Selasa, 25 Agustus 2026
Ekbis, Home  

MIND ID Akan Menjadikan PT Vale Role Model Pertambangan di Indonesia

MIND ID Akan Menjadikan PT Vale Role Model Pertambangan di Indonesia
Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan saat berkunjung  ke wilayah operasi PT Vale di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: Tangkapan layar

Sorowako, Teraskabar.id – MIND ID, BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, memberi apresiasi kepada PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) atas komitmennya yang secara konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan pada areal operasionalnya. Bahkan, MIND ID akan menjadikan PT Vale sebagai role model pertambangan yang menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari strategi bisnis jangka panjangnya.

“Saya mengapresiasi kinerja operasional PT Vale, mulai dari proses pertambangan, pascatambang, hingga nursery. Dengan pemanfaatan energi terbarukan, PT Vale dinilai memiliki potensi menjadi percontohan dalam pengembangan energi hijau sekaligus role model bagi operasional pertambangan yang unggul dan berkelanjutan di Indonesia,” kata Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan saat berkunjung  ke wilayah operasi PT Vale di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Selama kunjungan ke Site Sorowako, Dany Amrul terlebih dahulu berkunjung ke areal areal pertambangan dan menyaksikan langsung bagaimana aktivitas pengambilan material yang tetap mengedepankan keberlanjutan sesuai prinsip Environmental, Sosial and Governance atau ESG.    

Kehadiran Wakil Direktur Utama, Dany Amrul di Sorowako, menunjukkan bahwa MIND ID ingin melihat lebih dekat praktik tata kelola pertambangan yang berstandar global di PT Vale.

Proses Pertambangan

Pada setiap perencanaan maupun keputusan untuk memulai operasional di suatu areal lahan pertambangan, PT Vale selalu menerapkan prinsip keberlanjutan. Prinsip tersebut diimplementasikan melalui beberapa tahapan yang harus dikerjakan tim di lapangan. Di antaranya, menginventarisir keberagaman hayati. Setelah itu baru menebang pohon yang berada di areal yang akan ditambang.

Implementasi prinsip tersebut disaksikan langsung Dany Amral melalui penjelasan Tim Operasional di areal pertambangan. Dany Amral memperoleh penjelasan mengenai tahapan memulai eksploitasi pada suatu areal lahan pertambangan, yaitu pemetaan topografi kawasan yang akan ditambang. Topografi areal yang akan ditambang menjadi acuan dalam mengalirkan air limpasan tambang.

  IMIP Fasilitasi Karyawannya Beasiswa Kuliah di China

MIND ID Akan Menjadikan PT Vale Role Model Reklamasi Pascatambang

Selama kunjungan, Dany Amrul juga menyaksikan secara langsung implementasi reklamasi progresif PT Vale.

Praktik reklamasi paska tambang secara progresif untuk meminimalkan luasan bukaan dan mengurangi resiko erosi dan sedimentasi. Lebih dari 60% lahan yang dibuka untuk pertambangan telah direklamasi.

Dalam pelaksanaan reklamasi, PT Vale menggunakan pendekatan ekosistemik, termasuk melakukan konservasi spesies tanaman untuk menjaga keanekaragaman hayati baik di lokasi tambang maupun di luar lokasi tambang. Kegiatan reklamasi ini didukung dengan adanya fasilitas Nursery modern dengan kapasitas produksi 700 ribu bibit per tahun. Selain itu, PT Vale juga membangun Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallacea sebagai pusat pelestarian biodiversitas lokal;

Danau Matano, salah satu danau terdalam dan terjernih di dunia contoh dampak dari implementasi praktik reklamasi progresif. Kondisi lingkungan yang terjaga dengan baik di sekitar danau menjadi bukti bahwa kegiatan pertambangan dan perlindungan ekosistem dapat berjalan berdampingan ketika dilandasi komitmen, disiplin, dan kontrol operasional yang ketat.

Ia menegaskan bahwa praktik reklamasi PT Vale merupakan contoh “best practice” yang dapat menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan tambang berkelanjutan.

Bendungan Balambano

Praktik pertambangan berkelanjutan sesuai prinsip Environmental, Sosial and Governance atau ESG, bukan hanya menjadi komitmen tapi sudah menjadi DNA bagi PT Vale.

Salah satu upaya perseroan menerapkan prinsip ESG adalah dengan menjaga kualitas air Danau Matano, meski air limpasan tambang PT Vale mengalir ke danau terdalam se-Asia Tenggara itu. Air Danau Matano tersebut dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Balambano.

Pemanfaatan 100% energi bersih dari PLTA Balambano sebagai salah satu penyuplai energi listrik untuk proses peleburan di pabrik pengolahan nikel Site Sorowako,  berkontribusi menghindari emisi karbon sekitar ±1 juta ton CO₂ setiap tahunnya.

  82 Peserta Program Pendidikan Kesetaraan PT Vale IGP Morowali Ikuti Ujian Akhir

“Kami mengunjungi Bendungan Balambano, bendungan ini merupakan salah satu dari tiga PLTA yang dimiliki PT Vale Indonesia. Dengan memanfaatkan energi terbarukan berupa tenag air, ini bisa menjadi pilot project dalam pengembangan energi hijau (green energy),” ujarnya.

Kunjungan Wakil Direktur Utama MIND ID ini menegaskan bahwa PT Vale berada pada jalur yang tepat dalam memadukan operasi kelas dunia dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan sosial. Dengan komitmen yang konsisten, peningkatan kinerja ESG yang terukur, serta hubungan yang kuat dengan regulator, perusahaan siap melangkah lebih jauh dalam menjadi salah satu produsen nikel paling berkelanjutan di dunia. (red)