
Namun yang pastinya kata Wabup Nadjamudin, STAIM hadir untuk melahirkan generasi yang memiliki kemampuan IPTEK dan IMTAQ, serta memenuhi kebutuhan pada bidang guru agama Islam dan bidang hukum Islam.
“Kabupaten Morowali dikenal dengan SDA. Akan tetapi apabila tidak didukung oleh SDM dan pengembangan IMTAQ, maka akan berdampak pada masa depan kabupaten Morowali,” ujarnya.
“Semoga STAIM menjadi pilihan masyarakat untuk membentuk generasi yang memiliki IPTEK dan IMTAQ,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Morowali Dr. H. Najamudin, S.Ag, S.Pd, M.Pd, mengatakan kemajuan suatu daerah ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
Menurutnya, untuk meningkatkan SDM yang baik, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali berupaya keras membangun kerjasama dengan lembaga pendidikan lainnya yang siap menampung anak-anak Morowali dalam menuntut ilmu hingga kejenjang yang lebih tinggi, baik perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.






