Sabtu, 2 Mei 2026

OJK Sulteng Bangga Kolaborasi Bersama Hannah Asa Indonesia

Aset Perbankan Sulteng Tercatat Rp78,17 Triliun, Tumbuh 15,38%  per Februari 2025
Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra. Foto: Foto: Dok

Palu, Teraskabar.idOtoritas Jasa Keuangan(OJK) Sulawesi Tengah (Sulteng) merasa bangga menjalin kolaborasi bersama Hannah Asa Indonesia meliterasi keuangan untuk masyarakat.

Hal itu diungkap langsung Kepala OJK Sulteng, Bony Hardi Putra, usai kegiatan Bootcamp Batch 5 yang digelar Hannah Asa Indonesia di Desa Balumpewa, Kabupaten Sigi, pada Ahad (23/02/2025).

“Hannah Asa Indonesia mempunyai visi misi yang luar biasa terkait literasi dan edukasi kepada Masyarakat di Sulawesi Tengah, OJK sangat berbangga berpartner dan berkolaborasi bersama Hannah Asa Indonesia,” ungkap Bony.

Menurutnya, Hannah Asa Indonesia sangat masif meliterasi masyarakat hingga ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

“Hannah Asa Indonesia sangat masif kegiatannya, unik sekali yang bahkan sampai ke daerah 3T, dimana OJK yang mungkin tidak sampai ke sana,” ujarnya Kepala OJK Sulteng.

Bony berharap, pihaknya dapat terus melakukan kolaborasi bersama Hannah Asa Indonesia untuk meningkatkan literasi bagi masyarakat Sulteng.

“Kami tidak mau lagi ada masyarakat Sulawesi Tengah yang tertipu bahkan tidak mengerti bagaimana mengunakan produk- produk jasa keuangan, hak, dan kewajibannya mereka harus tau jelas juga risikonya,” harapnya.

Dukungan juga datang dari Koordinator Pusat Pengembangam MBKM Universitas Tadulako, Prof. Drs. Anang Wahid M, Diah, M.Si, Ph.D.

Profesor Anang mengatakan, Bootcamp yang digelar Hannah Asa Indonesia sangat bermanfaat. Karena melibatkan berbagai pihak.

“Saya pikir sangat bermanfaat sekali khususnya bagi masyarakat karena ini melibatkan banyak pihak,” katanya.

Selain menguntungkan masyarakat, Bootcamp juga memberikan sisi positif bagi mahasiswa magang program MBKM.

Ia menuturkan, mahasiswa dapat melihat kondisi serta fakta yang ada di tengah masyarakat.

“Jadi terutama adik adik mahasiswa itu  bisa belajar secara langsung dari kondisi atau fakta yang ada, itu yang juga saya pikir saya ingin coba ikuti apa yang sudah dilakukan,” tutur Profesor Anang. (***/red/teraskabar)

  Ponsel Pintar Terbaik untuk Mengambil Foto Natal di 2024