Jumat, 21 Agustus 2026

Operasi SAR Nelayan Terjatuh dari Kapal Jolloro di Perairan Sinjai

Operasi SAR Nelayan Terjatuh dari Kapal Jolloro di Perairan Sinjai
Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh dari kapal Jolloro di perairan Sinjai. Foto: Basarnas Makassar

Sinjai, Teraskabar.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Bone menuju Perairan Pasi Mabborong, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang warga bernama Akmal (21) yang dilaporkan terjatuh dari atas kapal. Operasi SAR Nelayan Terjatuh dari kapal Jolloro di Perairan Sinjai, hari ini Rabu (19/8/2026), memasuki hari kedua.

Kronologi kejadian bermula pada Selasa (18/8/2026) pukul 06.00 Wita ketika korban dalam perjalanan pulang dari perairan Pasi Mabborong menuju Pelabuhan Larea-Rea Sinjai menggunakan kapal jenis jolloro.

Sebelum kejadian, korban diketahui sempat memilah ikan hasil tangkapan untuk dijual. Korban kemudian berjalan ke bagian belakang kapal untuk mencuci tangan dan masih sempat terlihat oleh rekannya. Namun, setibanya kapal di pelabuhan, korban dicari oleh rekan-rekannya untuk membantu mengangkat ikan ke darat namun sudah tidak ditemukan. Korban diduga kuat terjatuh ke laut selama perjalanan. Nelayan bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian awal, namun hasilnya nihil.

Memasuki Rabu (19/8/2026), operasi pencarian terhadap korban kini sudah memasuki hari kedua. Tim SAR Gabungan terus memperluas area penyisiran di sekitar lokasi perkiraan jatuhnya korban dengan menyusuri perairan Pasi Mabborong hingga lintasan menuju Pelabuhan Larea-Rea.

Hari Kedua Operasi SAR Nelayan Terjatuh dari Kapal Jolloro

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, M. Arif Anwar, S.Sos., M.M., menegaskan komitmen tim lapangan dalam upaya pencarian ini.

“Kami telah mengerahkan personel rescue dari Pos SAR Bone beserta sarana pendukung air untuk memaksimalkan penyisiran di Perairan Pasi Mabborong. Sekarang sudah pencarian hari kedua, dan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan terus berupaya secara optimal menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya korban. Kami berharap sinergi yang baik ini bisa segera membuahkan hasil dan korban dapat cepat ditemukan,” ujarnya.

  Peringati HUT Ke-51, Basarnas Palu Gelar Donor Darah

Operasi SAR kemanusiaan ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur gabungan di lapangan, antara lain Tim Rescue Pos SAR Bone, SAR Brimob, Polairud Kabupaten Sinjai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Kabupaten Sinjai, serta dibantu penuh oleh masyarakat setempat. Pergerakan tim di lapangan didukung dengan pengerahan kendaraan evakuasi serta sarana peralatan pendukung operasi SAR pencarian di perairan. (red)