Rabu, 19 Agustus 2026
Home, News  

FORMIT Galang Dana untuk Korban Bencana NTT

FORMIT Galang Dana untuk Korban Bencana NTT
Aksi galang dana FORMIT untuk korban bencana gempa bumi NTT. Foto: Istimewa

Palu, Teraskabar.id – Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi FORMIT Galang Dana untuk Korban Bencana NTT telah berlangsung pada Ahad (16/8/2026) dan akan berlangsung selama lima hari hingga 20 Agustus 2026.

Dalam aksi penggalangan dana berlangsung dalam dua waktu, yakni mulai pukul 16.00 Wita dan dilanjutkan pada pukul 20.00 Wita hingga selesai. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa FORMIT menggalang dana di sejumlah titik keramaian di Kota Palu.

Ketua FORMIT, Athif Muhyiddin Hishad, mengatakan, aksi tersebut dilatarbelakangi kepedulian terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa tektonik. Menurutnya, pengalaman masyarakat Sulawesi Tengah menghadapi bencana pada 2018 turut mendorong FORMIT untuk membantu warga terdampak gempa bumi NTT.

“Yang melatar belakangi kami mengadakan penggalangan dana ini adalah melihat teman-teman kita, saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang ada di NTT kami tergerak untuk melakukan aksi penggalangan tersebut mengingat kondisi bencana yang mereka alami sangat butuh uluran tangan dari kita, masyarakat Kota Palu,” kata Athif.

FORMIT Galang Dana untuk Korban Bencana

Ia menyebut aksi penggalangan dana untuk korban bencana NTT di sejumlah titik di wilayah Kota Palu melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam FORMIT, termasuk mahasiswa asal NTT dan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah.

Athif juga menjelaskan, bantuan yang dihimpun nantinya diprioritaskan dalam bentuk logistik. Selain itu, FORMIT juga membuka kemungkinan menyalurkan pakaian layak pakai serta berkolaborasi dengan Dinas Sosial dalam proses penyaluran bantuan.

“Bantuan seperti apa yang diprioritaskan, kita ingin menyalurkan bantuan logistik. Kalau semisal mencapai sebesar 50 ke atas, kita berencana bisa membawa bantuan itu secara langsung ke keluarga-keluarga kita di NTT,” ujarnya.

  Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Banagan Tolitoli, Sinergi BERANI Tangkap Banyak

Untuk pengumpulan dana, FORMIT menyasar sejumlah titik keramaian, seperti lampu merah, pasar, taman kota, dan lokasi lainnya.

Dana yang terkumpul juga akan dihimpun melalui satu rekening yang disediakan FORMIT bagi masyarakat yang ingin berdonasi melalui transfer.

Sementara itu, Wakil Ketua FORMIT, Sahrum, mengatakan pihaknya tidak menetapkan target nominal dalam penggalangan dana tersebut. Menurutnya, seluruh hasil yang diperoleh selama aksi akan disalurkan kepada warga terdampak di NTT.

“Kalau banyak, alhamdulillah. Tetapi semua yang kita dapatkan itu, nominal berapa saja yang kita dapatkan itu kita salurkan,” kata Sahrum.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap respons masyarakat Kota Palu. Selain memberikan donasi berupa uang, sejumlah masyarakat turut memberikan makanan dan pakaian untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.

“Alhamdulillah, saya antusias. Masyarakat itu antusias dengan adanya aksi penggalangan dana untuk saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Sahrum mengatakan, setelah aksi penggalangan dana selesai pada 20 Agustus, FORMIT akan menentukan mekanisme penyaluran bantuan. Pihaknya membuka kemungkinan bekerja sama dengan lembaga sosial di Kota Palu maupun Sulawesi Tengah sebelum bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak di NTT.

“Setelah aksi hari ini, langkah selanjutnya itu kita selesaikan dulu aksi kurang lebih lima hari ke depan itu. Setelah itu kita mencari, mungkin kita akan salurkan ke dana sosial terdekat Kota Palu, Sulteng. Nanti kita langsung cari aksi untuk bisa kita salurkan langsung,” jelasnya.

Melalui aksi tersebut, FORMIT berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT. Bagi FORMIT, bantuan yang diberikan masyarakat tidak semata-mata dinilai dari nominal, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas antarsesama masyarakat Indonesia Timur. (***/red)

  Pemerintah Dorong Langkah Cepat Penanganan Pascabencana Gempa Bumi di NTT