Sabtu, 27 Juni 2026

Parigi Moutong Peroleh Pendampingan Khusus Pengelolaan Sampah dari KLH

Parigi Moutong Peroleh Pendampingan Khusus Pengelolaan Sampah dari KLH
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menerima kunjungan Tim Pendamping dari KLH dalam rangka penguatan pengelolaan sampah daerah, bertempat di ruang kerja Bupati, Senin (30/03/2026). Foto: Kominfo

Parigi Moutong, Teraskabar.id – Parigi Moutong (Parimo) peroleh pendampingan khusus pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Kunjungan Tim Pendamping dari KLH ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menjadi langkah awal pendampingan tersebut.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menerima langsung kunjungan Tim Pendamping dari KLH tersebut, Senin (30/3/2026), di ruang kerja bupati.

Turut hadir mendampingi Bupati Erwin Burase, Ketua DPRD Parigi Moutong, serta sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas pemberdayaan perempuan serta Dinas Pekerjaan Umum.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Pendamping menyampaikan bahwa Parigi Moutong merupakan salah satu daerah yang mendapatkan pendampingan khusus dalam pengelolaan sampah. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah agar lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan.

Pembahasan difokuskan pada strategi pengolahan sampah, termasuk perencanaan zonasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), penguatan pengelolaan sampah anorganik, serta optimalisasi bank sampah. Selain itu, pihak kementerian juga akan membantu mencarikan mitra (buyer) untuk pengolahan sampah plastik guna meningkatkan nilai ekonomi dari limbah tersebut.

Aspek komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) juga menjadi salah satu strategi. Dinas Kominfo diharapkan berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah kepada masyarakat, khususnya di lingkungan perumahan, pasar dan perkantoran.

Parigi Moutong Peroleh Pendampingan, Tekankan Edukasi pada Masyarakat

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat serta dukungan inovasi dalam pengelolaan sampah.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini telah ada inisiatif dari generasi muda di wilayah Kotaraya yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Menurutnya, inovasi tersebut perlu didukung karena berpotensi mengurangi volume sampah secara signifikan.

Selain itu, pertemuan juga membahas potensi pengolahan sampah organik, khususnya dari limbah kulit durian. Hal ini dinilai strategis mengingat terdapat sekitar 17 packing house durian di Kabupaten Parigi Moutong, sehingga limbah organik dapat dikelola menjadi produk bernilai ekonomi.

  OJK Sulteng Bangga Kolaborasi Bersama Hannah Asa Indonesia

Kegiatan ini merupakan evaluasi awal dalam rangka pendampingan, di mana tim dari kementerian juga akan melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas pengelolaan sampah di berbagai lokasi, termasuk pasar, kawasan permukiman, dan perkantoran.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kementerian, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah di Parigi Moutong dapat semakin baik, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (red)