Selama dua hari, rombongan mengunjungi area reklamasi di Bukit Solia, serta melihat area penambangan dan pascatambang. Mereka juga mengunjungi Lamella Gravity Settler (LGS). Fasilitas LGS berfungsi untuk membersihkan air limbah sehingga dapat kembali bersih sebelum dilepaskan ke lingkungan, sehingga tidak mencemari lingkungan.
Baca juga: Gubernur Sulteng ke Lokasi Banjir Bandang Torue Besok
Pada hari pertama, rombongan juga mengunjungi Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Taman ini berfungsi sebagai tempat persemaian (nursery), penangkaran rusa, dan fasilitas lainnya. Asisten I Rizal Baduddin dan Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Morowali, Abdurahman, juga berkesempatan menanam pohon di sana. Masing-masing menanam Pohon Gaharu dan Pohon Eboni.
Abdurahman menyatakan bahwa kehadiran PT Vale di Morowali menjadi harapan untuk tata kelola pertambangan yang baik di daerahnya.
Menurutnya, tenaga kerja lokal memiliki kesempatan untuk berkembang dalam karier profesional mereka. Abdurahman meyakini bahwa kualitas tenaga kerja lokal di Morowali dapat berkembang dengan adanya PT Vale di sana. Pengalaman PT Vale dalam tata kelola ketenagakerjaan selama puluhan tahun menunjukkan keunikan, di mana pekerja dianggap sebagai aset perusahaan, baik karyawan maupun kontraktor.
Baca juga: Kerukunan Keluarga Bulukumba Sulteng Tetapkan Yahdi Basma Ketua Terpilih
“Pengalaman dalam mengelola tenaga kerja dan menjaga hubungan baik antara perusahaan, pekerja, dan pemerintah dapat menjadi pelajaran berharga bagi kami setelah kunjungan ke PT Vale Blok Sorowako ini. Kami sangat mengharapkan agar apa yang dilakukan PT Vale bisa dicontoh oleh perusahaan lain di sini,” jelas Abdurahman.






