Palu, Teraskabar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu sosialisasikan konsep kewirausahaan untuk melahirkan generasi muda yang inovatif dan peduli terhadap persoalan sosial serta ekonomi. Komitmen tersebut dibuktikan melalui pembukaan kegiatan Social Entrepreneurship and Economic Development (SEED) for Palu di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Ahad (27/9/2026).
Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., membuka secara resmi kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-48 Kota Palu ini.
SEED for Palu menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan yang mempertemukan pemerintah, akademisi, mitra pembangunan, pelaku UMKM, komunitas, serta generasi muda. Melalui forum ini, para pemangku kepentingan membahas pengembangan kewirausahaan sosial sebagai upaya memperkuat perekonomian daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, Executive Director Sasakawa Peace Foundation (SPF) Dr. Nobuko Kayashima bersama jajaran SPF, serta sejumlah peserta yang didominasi kalangan muda, pelaku UMKM, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyampaikan bahwa konsep kewirausahaan sosial sangat penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Sebab, menurut wali kota, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi juga membutuhkan inisiatif masyarakat, khususnya generasi muda.
“SEED ini sangat penting dan cocok sekali untuk anak-anak muda. Fokusnya hari ini adalah bagaimana mendorong anak-anak muda Kota Palu agar mampu membangun jiwa social entrepreneur dengan lebih baik,” kata Hadianto.
Ia menjelaskan, seorang social entrepreneur tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan manfaat dan menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat.
Untuk itu, Wali Kota Hadianto mendorong agar SEED for Palu dapat menjadi wadah yang melahirkan gagasan, inovasi, serta model usaha yang mampu memberikan dampak sosial sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Pemkot Palu Sosialisasikan Kewirausahaan Sosial, Berharap Dukungan Pemerintah Pusat
Menurut Hadianto, pembangunan Kota Palu membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga kelompok sosial harus bergerak bersama dalam membangun daerah.
“Percepatan pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak,” ujar wali kota.
Wali Kota Hadianto juga berharap dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan sosial di Kota Palu dapat terus diperkuat oleh pemerintah pusat.
Kehadiran Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum untuk membangun kerja sama yang lebih kuat dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan kewirausahaan sosial.
Selain sektor ekonomi, wali kota turut menyoroti pentingnya investasi pada sumber daya manusia.
Wali kota menyampaikan bahwa hingga 2026, Pemerintah Kota Palu telah memberikan bantuan tunai kepada sekitar 1.000 mahasiswa, masing-masing sebesar Rp5 juta.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Palu dalam mempersiapkan generasi muda agar memiliki kapasitas dan kompetensi untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Di sisi lain, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Palu, khususnya dalam membangun kembali daerah setelah menghadapi bencana.
Bagus menilai pengalaman dan kebijakan pembangunan yang dilakukan Kota Palu dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya.
“Saya bilang ini sudah menjadi legacy dan telah menginspirasi. Seharusnya ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain bagaimana menangani bencana dengan daya juang yang kuat,” ungkap Bagus.
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan terhadap pemerintah daerah, termasuk melalui kebijakan yang dapat memperkuat pertumbuhan dan pengembangan UMKM.
“Pemerintah pusat tentu akan terus mendukung pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong tumbuh kembang UMKM,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan SEED for Palu juga diisi dengan penyerahan cendera mata dari Sasakawa Peace Foundation kepada Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM.
Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Palu dan Sasakawa Peace Foundation.
MoU tersebut menjadi landasan penguatan kerja sama dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi inklusif, serta memperkuat ketahanan masyarakat Kota Palu melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Kegiatan SEED for Palu diharapkan tidak berhenti sebagai forum dialog, tetapi dapat menjadi awal dari lahirnya berbagai inisiatif dan usaha sosial yang digerakkan generasi muda untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian Kota Palu. (red)






