Setelah belajar di sentra batik kata Hadianto, diharapkan 30 orang yang telah ikut pelatihan di sentra batik di Pulau Jawa bisa jadi pioner pengembangan batik motif daun kelor Palu.
Baca juga : Reses di Birobuli Selatan, Ketua DPRD Palu Ungkap Ada Kuota Bantuan bagi Ribuan UMKM
Ia menjelaskan, dengan mengikutsertakan 30 pelaku industri kecil menengah (IKM) yang memiliki minat dan bakat untuk belajar membatik metode batik tulis merupakan salah satu upaya Pemkot Palu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi IKM, termasuk pengembangan batik kelor Palu.
“Siapa kemudian yang diberikan keuntungan? Home undustri kita, UMKM kita,” ujarnya.
Hadianto menambahkan, tenun motif daun kelor serta batik tulis motif daun kelor menjadi peluang bisnis potensial bagi masyarakat Kota Palu.
“Tinggal masyarakat kita harus menangkap dan memanfaatkan peluang ini,” kata Hadianto.
Pemkot Palu dalam hal ini lanjutnya, akan terus mengawal agar tumbuh pelaku industri kreatif batik kelor Palu. Sehingga, seiring berjalannya waktu, sentra batik motif daun kelor Palu tidak hanya mendorong tumbuhnya potensi ekonomi di subsektor busana atau fesyen, tapi juga akan mendorong tumbuhnya pusat-pusat pengrajin batik motif daun kelor sebagai destinasi wisata di Kota Palu.






