Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Morowali, Abdul Muttaqin Sonaru mengatakan pola pertanian SRI Organik yang diberikan PT Vale lewat pembinaan PSRLB dapat jadi rujukan untuk para perusahaan lain dalam menerapkan sosial PPM.
“Pengembangan metode SRI Organik adalah pilihan tepat bagi pemerintah dan mungkin bisa jadi rujukan bagi yang lain. Mari kita sama-sama ikhtiar untuk mensukseskan program ini. Dengan begitu ekosistem pangan bisa berkelanjutan berbasis pada pemberdayaan masyarakat,” kata Muttaqin.
Baca juga : Baksos dan Pemberian SIM Gratis Menyasar Warga Tamanjeka
Menurutnya, PT Vale dengan program PSRLB adalah sentuhan yang tepat untuk kebutuhan dasar masyarakat. “Jadi tidak sekadar memberikan bantuan fisik berupa nominal uang, tetapi didampingi dan diberikan penguatan guna peningkatan sumber daya manusia dalam mengelolah usaha pertaniannya. Sehingga memiliki nilai tambah yang berkesinambungan,” ungkap Muttaqin.
Dia mengaku, kehadiran PT Vale dengan program PSRLB di Blok Bahodopi merupakan anugerah yang membantu meringankan beban pemerintah khususnya dinas pertanian dalam melakukan pembinaan dan pendampingan secara langsung kepada petani. “Sehingga para petani tidak lagi bergantung pada produk instan yang berbahan kimia. Petani jadi lebih mandiri dengan metode SRI Organik,” ujar Muttaqin.
Sementara itu, Senior Manager External Relation Blok Bahodopi, Asriani Amiruddin berharap, tetap terjalin sinergi dan kolaborasi penuh dengan pemerintah dan masyarakat lainnya untuk sama-sama menyukseskan program PSRLB ini. Sehingga masyarakat tani Kabupaten Morowali menjadi ahli dalam pengelolaan pertanian organik.
Baca juga : Telkom Percepat Digitalisasi Sulawesi Utara dengan Solusi Satu Data
“Panen ini bertepatan dengan momen Hari Lingkungan Sedunia Melalui program PSRLB, kita menjadi bagian untuk menyelamatkan lingkungan dalam hal ini tanah, yang selama ini mungkin menurun kualitasnya akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan,” ungkap Asriani.






