Palu, Teraskabar.id – Potensi kelautan dan perikanan Sulawesi Tengah (Sulteng) sangat menjanjikan untuk mengakselerasi ekonomi daerah. Luas wilayah perairan 74.452,37, panjang garis pantai 7.010,6 km, luas kawasan konservasi 1.338.291,83 ha, jumlah desa pesisir 948 desa dan dengan jumlah nelayan 94.887 orang dan 59.532 orang pembudidaya ikan/udang, menjadi sumber daya penopang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah.
Namun besarnya potensi tersebut tidak saja menjadi menjadi hal yang selalu harus dibanggakan, tetapi lebih dari menjadi tantangan sekaligus peluang bagaimana upaya semua elemen stakeholder terkait untuk dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata. Kontribusi tersebut tidak saja untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi pada sektor kelautan dan perikanan dengan berpatokan pada pembangunan yang berkelanjutan.
“Ini membutuhkan sinergitas dari kita semua, khususnya nelayan yang menjadi pelaku utama, hal yang menjadi tujuan dalam pelaksanaan kegiatan ini agar kita dukung sepenuhnya,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng saat memaparkan materinya pada Rembuk Nelayan Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (16/12/2025), di Parigi.
Kegiatan yang mengangkat tema Arah Kebijakan Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng tersebut, dibuka oleh Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Erwin Burase.
Sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan saat ini seperti ilegal fishing, menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan. Sehingga perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat nelayan yang hanya bersifat jangka pendek dengan melakukan perusakan ekosistem pesisir, harus ditindak tegas.
Dalam dialog juga berkembang beberapa argumen pelaku usaha yang menginginkan tindakan hukum yang berat bagi pelaku destructive fishing agar dapat memberikan efek jera.
Isu penjualan bantuan pemerintah daerah juga menjadi contoh buruk perilaku masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat dan mengembangkan usaha masyarakat nelayan dalam memanfaatkan potensi perikanan Sulteng tersebut. Sehingga, poin poin yang telah didiskusikan dan disepakati dalam pertemuan ini, diharapkan akan menjadi solusi yang dapat memenangkan semua pihak. (red/teraskabar)






