Jakarta, Teraskabar.id – Rusdy Mastura adalah petahana di Pilkada Sulawesi Tengah (Sulteng) 2024. Gubernur yang akrab disapa Kak Cudy itu jelang genap tiga tahun kepemimpinan di periode 2021 – 2025. Ketika Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng tahun 2019, Cudy berpasangan dengan Ma’mun Amir dan meraup 909 ribuan suara, mengalahkan pesaingnya, Hidayat – Bartholomeus.
Saat ini, Cudy diusung oleh partai politik dengan jumlah suara sah 300 ribuan yaitu PDIP, Hanura, Partai Buruh, Partai Ummat, dan Gelora. Dengan konfigurasi itu, peran strategis relawan dengan semua segmentasi sangat penting hingga akar rumput. Demikian dijelaskan Dewan Pendiri dan Penasehat Relawan Cudy SAH Gotong Royong Bersatu, Hendrik Gery Lianto, Rabu (4/9/2024), di Jakarta.
Baca juga: Gubernur Rusdy Mastura Menyapa Kades se-Sulteng, Paparkan Prestasi dan Program Unggulan
Menurut Hendrik, biasa disapa Aceo, sukses berpartisipasi dengan Konser Slank Sulteng Emas, ia menyadari betapa masyarakat luas masih mengharapkan kepemimpinan daerah yang stabil, aman, damai, maju pembangunan dan kenaikan fiskal menuju kesejahteraan.
‘’Saya berkontemplasi. Lama saya pulang Jakarta merenung. Maka saya putuskan membentuk kekuatan rakyat membantu partai politik memenangkan Kak Cudy dan Pak Jenderal Agusto. Relawan Gotong Royong Bersatu. Diksinya jelas kita bahu membahu dengan semangat nilai gotong royong. Tidak ada yang merasa banyak uang, banyak harta. Semua sama bersatu gotong royong memenangkan Cudy SAH Sang Gubernur kita,’’ terang putra Poso usia 61 tahun itu.
Baca juga: Gerakan Akar Rumput Rusdy Mastura Membentuk 1000 Posko Rakyat, Antisipasi Politik Uang
Pria dengan dua cucu menyebut bahwa lima tahun depan Sulteng mesti maju dan lebih cepat sejahtera. Pemimpinnya harus dari kalangan dengan ceruk pemilih yang terwakili. Baik secara kewilayahan dari Sulteng bagian Barat dan Sulteng bagian Timur. Mewakili postur daerah, suku, agama dan kepercayaan pada Tuhan yang Maha Kuasa. Cinta pada masyarakat. Menciptakan Sulteng damai stabilitas ekonomi, keamanan dan ketertiban.
‘’Hanya Kak Cudy sukses selama tiga tahun memimpin di tengah pasca bencana alam dan bencana covid. Kita harus jujurlah,’’ terang Hendrik.
Ia tegaskan suara pemilih Cudy SAH kembali reborn terus naik setelah beberapa kali dihempas isu tidak maju karena sakit dan tidak mendapat dukungan partai politik. Putusan MK Nomor 60 adalah titik kulminasi kompetitor dan memberi jalan reborn duet Cudy-Agusto.
Baca juga: Putusan MK Tentang Syarat Usungan Pilkada 2024, Rusdy Mastura Bisa Maju Hanya dengan PDIP dan Hanura
‘’Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanawataallah yang mengatur semua. Dan angka kita menang mencapai empat puluh persen,’’ tandasnya.
Dari mana angka 40 persen. Mudah, kata Hendrik. Ceruk suara Cudy ditambah ceruk suara Agusto. Baik latar belakang, investasi sosial, politik dan kultural keduanya saling menambah. Bukan saling mengurangi. Atau sama sekali tidak menambah dan tidak mengurangi.
‘’Konsultan politik dan surveyor banyak memprediksi kemenangan itu,’’ katanya. (red/teraskabar)






