Palu, Teraskabar.id– Saat ini mahasiswa dituntut agar lebih cepat memahami perubahan zaman, utamanya dalam era globalisasi. Demikian pertanyaan pembuka yang dikemukakan oleh Senator Lukky Semen, saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan pada Rabu (8/4/2024) di aula Grand Duta Hotel, Palu.
Menurutnya, globalisasi adalah tersebarluasnya pengaruh ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang ada di setiap penjuru dunia ke penjuru dunia yang lain sehingga tidak jelas lagi batas-batas yang jelas dari suatu negara.
“Globalisasi adalah proses penyatuan internasional yang terjadi karena adanya pertukaran perdagangan dunia, produk dan aspek-aspek budaya lainnya. Adapun kemajuan telekomunikasi merupakan faktor utama dalam globalisasi itu sendiri,” ujar Lukky.
Baca juga: Dialog Kebangsaan Sapma-PP Donggala Kolaborasi IMD, Kabupaten Induk Patut Belajar ke Anaknya
Di hadapan puluhan mahasiswa peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berasal dari persatuan mahasiswa Pamona, Lukky Semen mengajak agar para mahasiswa terus meningkatkan prestasi tanpa mengabaikan literasi yang tentunya itu semua harus berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Di tempat yang sama, perwakilan mahasiswa Pamona, Dearly, sangat berterima kasih atas pelaksanaan sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut. Menurutnya Sosialisasi Empat Pilar dirasa sangat perlu, karena selain mengingatkan kembali tentang pelajaran berkebangsaan, juga materinya sangat berguna bagi kalangan generasi muda yang saat ini mulai tergerus jiwa kebangsaan dengan adanya terjangan teknologi berbasis gadget.
Sementara itu, Sofyan Rasuballa, yang juga mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Donggala, saat membawakan materi sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan mengatakan bahwa saat ini kita diperhadapkan dengan dua hal yang sangat krusial, baik internal maupun eksternal. Begitu pentingnya tantangan tersebut sampai-sampai ditetapkan dalam TAP MPR No VI tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa.
Baca juga: Pengukuhan Majelis Dai Kebangsaan Diharap Menambah Frekwensi Dakwah di Sulteng
Tantangan internal yakni masih lemahnya penghayatan nilai agama serta pemahaman ajaran agama yang keliru; Pengabaian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme kedaerahan dalam perspektif Otonomi Daerah; Kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan; Kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa; serta tidak berjalannya penegakan hukum secara optimal.
Disisi tantangan eksternal yakni pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas dan persaingan antar bangsa yang semakin taham serta makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional.
“Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman dan tenteram serta terhindar dari dua tantangan baik internal maupun eksternal,” urai Sofyan.
Baca juga: Maju Pilbup Poso 2024, Lukky Semen Terima Rekomendasi dari PAN
Puluhan peserta sangat antusias mengikuti pemaparan materi Sosialisasi Empat Pilar tersebut, terbukti munculnya beberapa penanya dalam sesi tanya jawab. Salah satu mahasiswa menanyakan bagaimana dengan masyarakat yang diluar sana yang tidak pernah mendapatkan materi 4 pilar.
“Kalau untuk kita-kita yang hadir disini secara sudah pasti akan paham dengan materi 4 pilar, namun bagaimana cara kita agar mereka yang tidak pernah mengikuti kegiatan seperti ini dapat memahami 4 pilar,” ujar Desy. (***/teraskabar)






