Jumat, 1 Mei 2026

SP-SMIP IMIP Morowali di May Day: Kerja Layak dan Perlindungan Jadi Sorotan

sp smip imip morowali di may day kerja layak dan perlindungan jadi sorotan
Wakil Ketua SP-SMIP Morowali, Asfar, SE. Foto: Ghaff.

Morowali, Teraskabar.id – SP-SMIP IMIP Morowali menegaskan komitmen perjuangan buruh dalam momentum Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Organisasi pekerja di kawasan industri ini mendorong terwujudnya sistem kerja yang lebih adil, manusiawi, dan berorientasi pada kesejahteraan. Oleh karena itu, mereka mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya merayakan May Day sebagai seremoni, tetapi juga sebagai ruang evaluasi terhadap kondisi riil dunia kerja.

Selain itu, Wakil Ketua SP-SMIP kawasan IMIP, Asfar, menyampaikan bahwa pekerja masih menghadapi tantangan serius dalam perlindungan hak-hak dasar. Ia menjelaskan bahwa buruh membutuhkan jaminan yang lebih kuat terhadap keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, serta kepastian hubungan industrial yang berkeadilan. Dengan demikian, ia menilai upaya perbaikan harus berjalan secara sistematis dan berkelanjutan.

“Momentum May Day 2026 ini kami berharap terwujudnya dunia kerja yang lebih adil, manusiawi, dan sejahtera. Kami juga ingin pekerja mendapatkan perlindungan maksimal atas hak-hak mereka, lingkungan kerja yang sehat, serta perlakuan yang adil,” ujar Asfar, Kamis malam (30/4/2026).

SP-SMIP IMIP Morowali di May Day: Buruh Dorong Peran Aktif Pemerintah dan Keadilan di Tengah Ekspansi Industri

Lebih lanjut, SP-SMIP IMIP Morowali menyoroti pentingnya keterlibatan aktif pemerintah dalam memastikan keseimbangan relasi antara buruh dan perusahaan. Menurut Asfar, pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai regulator, tetapi juga sebagai penghubung strategis yang mampu menjembatani kepentingan kedua belah pihak. Karena itu, ia mendorong adanya komunikasi terbuka yang konsisten antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah.

Di sisi lain, Asfar menekankan bahwa pesatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Morowali harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan buruh. Ia menilai, tanpa distribusi manfaat yang adil, ekspansi industri berpotensi menciptakan ketimpangan sosial. Oleh sebab itu, ia meminta perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada produktivitas, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan dalam pengelolaan tenaga kerja.

  Ayyub Store & Service, Solusi Cepat Untuk Semua Masalah HP di Morowali

Lingkungan Kerja Sehat dan Perlindungan Maksimal Jadi Tuntutan Utama

Selanjutnya, SP-SMIP IMIP Morowali menggarisbawahi bahwa lingkungan kerja yang sehat menjadi kebutuhan mendesak. Tidak hanya itu, organisasi buruh juga menuntut penerapan standar keselamatan kerja yang lebih ketat. Dengan langkah tersebut, risiko kecelakaan kerja dapat ditekan, sementara kualitas hidup pekerja dapat meningkat secara signifikan.

Kemudian, dalam momentum May Day 2026, para buruh memilih pendekatan yang lebih dialogis dan konstruktif. Mereka tetap menyuarakan tuntutan secara tegas, namun tetap mengedepankan stabilitas dan keberlanjutan hubungan industrial. Dengan pendekatan ini, mereka berharap tercipta solusi bersama yang saling menguntungkan.

Di samping itu, SP-SMIP IMIP Morowali juga mengingatkan bahwa buruh merupakan pilar utama dalam proses produksi industri. Oleh karena itu, mereka berhak memperoleh perlindungan maksimal dan perlakuan yang adil. Asfar menegaskan bahwa kesejahteraan pekerja harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan industri di Morowali.

“Pemerintah daerah harus hadir sebagai jembatan yang efektif antara buruh dan perusahaan, sehingga kesejahteraan pekerja benar-benar bisa terwujud di tengah kemajuan industri,” kata Asfar.

Akhirnya, kalangan buruh berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil langkah konkret pasca peringatan May Day. Dengan kerja sama yang solid, mereka yakin dunia kerja yang lebih adil, aman, dan sejahtera dapat terwujud. Dengan demikian, industrialisasi di Morowali tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh pekerja. (G)