Poso, Teraskabar.id – Masyarakat Kabupaten Poso saat ini berduka karena Katrin Kande (50), salah satu dari 30 korban yang menderita luka akibat gempa tektonik yang melanda Poso, meninggal dunia pada Ahad (17/8/2025), sekitar pukul 22.30 Wita.
Mendiang Katrin Kande adalah salah satu korban menderita luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Gereja Elim Masani saat mengikuti ibadah. Mendiang sempat mendapat penanganan medis secara intensif di RSUD Poso sebelum menghembuskan nafas terakhir. Ada 17 jemaat Gereja Elim Masani dilaporkan menderita luka-luka, di antaranya Katrin Kande.
Komandan Rayon Militer (Koramil ) Kapten Mulawarman dikonfirmasi hal itu, Ahad malam (17/8/2025), membenarkannya.
Menurutnya, jenazah mendiang Katrin Kande saat ini disemayamkan di rumah duka di Desa Masani di Kecamatan Poso Pesisir. Sementara rencana pemakaman korban belum didapatkan informasinya.
Sementara itu informasi dari pihak keluarga jika suami mendiang Katrin Kande juga sedang dirawat di RSUD Poso karena luka berat di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan beton dan balok pada pintu keluar gereja saat gempa.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Poso, Darma Metusala mengatakan jika jumlah korban luka berat dan ringan akibat gempa Poso Pesisir berjumlah 30 orang. Mereka kini dirawat intensif di RSUD Poso dan Puskesmas terdekat.
” Hari ini juga selesai upacara peringatan detik-detik proklamasi, Bupati Poso dan jajarannya telah kunjungi para korban gempa di RSUD Poso serta meninjau langsung lokasi gempa di Desa Masani Kecamatan Poso Pesisir, dari informasi BNPB, besok akan ada tim dari pusat berkunjung langsung ke lokasi gempa,” sebutnya.
Sebelumnya, gempa tektonik kembali melanda wilayah Kabupaten Poso. Gempa berkekuatan magnetudo 6.0 melanda Kabupaten Poso pada Ahad (17/8/2025) sekitar pukul 06.38.52 Wita. Pusat gempa sebagaimana dirilis BMKG pada lokasi 1.30 Lintang Selatan, 120.62 Bujur Timur atau 18 kilometer Barat Laut Poso, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 Kilometer. (deddy/teraskabar)






