Tili, Sang Penakluk Buaya di Palu Direkrut Jadi Anggota Tim Rescue Satwa Liar

Palu, Teraskabar.id– Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengundang Tili (34), sang penakluk buaya berkalung ban di Palu untuk makan siang bersama di ruang kerja wali kota, Kamis (10/2/2022).

Wali Kota Palu mengundang Mas Tili, panggilan akrabnya, sebagai bentuk apresiasi atas keberanian warga Palu ini melepas ban motor dari buaya muara di Jembatan Palu II pada Senin malam (7/2/2022).

“Pemerintah Kota Palu sangat berterima kasih kepada Mas Tili yang dengan berani telah membantu buaya berkalung ban di Sungai Palu untuk lepas dari jeratan ban motor yang telah berlangsung selama 5 tahun,” kata Hadianto di akun instagramnya, Kamis (10/2/2022).

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengamati ban yang selama kurang lebih melilit tubuh buaya yang diselamatkan oleh Mas Tili. Foto: Instagram hadianto rasyid

Bentuk apresiasi lainnya yang diberikan oleh Wali Kota adalah, Tili direkrut menjadi anggota Tim Rescue Satwa Liar Kota Palu.

“Saya telah meminta Damkar Kota Palu  untuk merekrut Mas Tili  menjadi tim rescue satwa liar Kota Palu sebagai bentuk penghargaan,” kata wali kota.

Sebelumnya, buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah, akhirnya bisa ditangkap warga, Senin malam (7/2/2022). Selanjutnya, warga melepas ban yang melilit leher buaya yang sekitar lima tahun diburu untuk menolong buaya tersebut.

Tili (34), warga yang berhasil menangkap buaya berkalung ban mengaku,  memancing buaya liar itu dengan seekor ayam sehingga bisa dijerat.

Sang penakluk buaya ini sudah beberapa pecan terakhir memantau kemunculan buaya berkalung ban. Usai buaya memakan ayam yang jadi umpannya, ia langsung menjerat buaya dengan jeratan yang didesain sedemikian rupa.

 “Saya tidak suka lihat hewan atau binatang yang menderita, sehingga saya upayakan bagaimana caranya agar ban di leher buaya bisa dilepas,”ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, penangkapan buaya berkalung ban tersebut viral di media social. Dari rekaman video terlihat warga  memotong ban yang melilit di tubuh buaya tersebut, menggunakan gergaji besi.

Warga pun terlihat bergantian memotong ban tersebut dengan kondisi buaya sudah terikat tali di sekujur tubuhnya.

Setelah sekian menit berlangsung, wargapun akhirnya berhasil melepaskan ban yang selama bertahun-tahun melilit badan buaya tersebut. Selanjutnya, buaya dilepas kembali ke sungai Palu. (teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *