Morowali Utara, Teraskabar.id – Turnamen Danyon Cup I tidak hanya menghadirkan persaingan sepak bola. Ajang ini juga membuka ruang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 7-20 Agustus 2026. Panitia memusatkan pertandingan di Lapangan Sepak Bola Kompi Molino.
Lokasi pertandingan berada di Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara. Setiap laga menarik perhatian warga dari berbagai wilayah sekitar.
Sebanyak 12 tim kesebelasan mengikuti kompetisi tersebut. Mereka bersaing sekaligus mencari peluang untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
Turnamen Danyon Cup I: Sepak Bola Membuka Ruang Ekonomi
Keramaian penonton menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha mikro. Pedagang makanan dan minuman pun memanfaatkan momentum tersebut.
Selama dua pekan, warga membuka lapak di sekitar lapangan. Mereka menjangkau konsumen tanpa harus mencari lokasi jualan yang jauh.
Situasi itu menunjukkan hubungan erat antara olahraga dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sebuah pertandingan dapat menciptakan permintaan baru dalam waktu singkat.
Selain itu, arus penonton membantu meningkatkan transaksi pedagang kecil. Kondisi tersebut memberi manfaat langsung bagi ekonomi rumah tangga warga.
Komandan Yonif TP 825/GYS, Letkol Inf. Alkomar, menilai dampak tersebut sebagai bagian penting kegiatan.
“Kami bersyukur kegiatan ini dapat memberikan ruang bagi masyarakat sekitar untuk berniaga. Peningkatan perputaran ekonomi warga di sekitar markas komando merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Letkol Inf. Alkomar melalui keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Menurut Alkomar, Turnamen Danyon Cup I memiliki tujuan yang lebih luas daripada kompetisi olahraga.
Kegiatan tersebut juga memperkuat hubungan antara prajurit dan masyarakat. Karena itu, penyelenggara menggabungkan olahraga, interaksi sosial, serta pemberdayaan ekonomi.
Turnamen Danyon Cup I: Pedagang Merasakan Dampak Langsung
Rifki, 53 tahun, menjadi salah satu pedagang yang merasakan manfaat kegiatan tersebut. Ia menjual siomay secara berkeliling.
Sejak pembukaan pada Jumat, 7 Agustus 2026, Rifki memilih berjualan di sekitar lapangan. Keramaian penonton membuat dagangannya lebih cepat terjual.
“Biasanya saya harus berkeliling jauh untuk habis. Sejak ada Danyon Cup I ini, saya cukup mangkal di sekitar lapangan Kompi Molino dan jualan langsung ramai diserbu penonton. Terima kasih kepada Bapak Danyon dan jajaran Yonif 825 yang sudah menggelar acara ini,” ungkap Rifki sembari melayani pembeli.
Pengalaman Rifki memperlihatkan manfaat ekonomi yang langsung terasa bagi pedagang kecil. Mereka memperoleh akses konsumen dari kerumunan penonton.
Pada sisi lain, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kegiatan publik yang melibatkan masyarakat sekitar. Penyelenggara dapat menciptakan efek ekonomi melalui aktivitas yang sederhana.
Potensi Menjadi Agenda Tahunan
Antusiasme warga membuka peluang bagi Turnamen Danyon Cup I untuk berkembang menjadi agenda tahunan.
Jika penyelenggara mempertahankan konsep tersebut, manfaat kegiatan dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM. Panitia juga dapat memperluas ruang promosi bagi produk lokal.
Lebih jauh, turnamen olahraga dapat menjadi penggerak ekonomi berbasis keramaian masyarakat. Model seperti ini memberi peluang bagi pedagang kecil tanpa membutuhkan investasi besar.
Namun, keberlanjutan manfaat membutuhkan pengelolaan yang konsisten. Penyelenggara perlu menjaga akses pedagang, kenyamanan penonton, serta kualitas pertandingan.
Dengan demikian, Turnamen Danyon Cup I tidak berhenti sebagai hiburan olahraga. Kegiatan ini juga mempertemukan olahraga, interaksi sosial, dan aktivitas ekonomi warga.
Morowali Utara mendapat manfaat dari perputaran aktivitas tersebut. Lapangan sepak bola akhirnya tidak hanya menjadi ruang pertandingan.
Tempat itu juga menjadi titik pertemuan masyarakat dan pusat transaksi ekonomi selama kompetisi berlangsung.
Ke depan, penyelenggara dapat memperkuat dampak tersebut melalui agenda yang lebih terencana. Dengan cara itu, olahraga dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat. (G).






