Sabtu, 24 Januari 2026

Warga Membakar Kantor PT RCP Usai Polres Morowali Menangkap Aktivis di Lahan Sengketa

Warga Membakar Kantor PT RCP Usai Polres Morowali Menangkap Aktivis di Lahan Sengketa
Sejumlah warga membakar kantor perusahaan tambang nikel PT. Raihan Catur Putra (RCP) di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Sabtu malam (3/1/2025). Foto: Istimewa

Morowali, Teraskabar.id – Warga membakar kantor perusahaan tambang nikel PT. Raihan Catur Putra (PT RCP) di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Sabtu malam (3/1/2025).

Pembakaran Kantor PT. RCP oleh belasan warga tersebut dipicu atas penangkapan Arlan Dahrin oleh sejumlah anggota Polres Morowali saat melakukan pendudukan lahan kebun masyarakat yang diduga diserobot oleh pihak perusahaan PT. RCP.  Arlan Dahrin merupakan aktivis yang memperjuangkan hak keperdataan warga atas sengketa lahan yang diklaim PT RCP sebagai pemilik  Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, penangkapan terhadap Arlan Dahrin sekitar pukul 18.15 wita di lokasi IUP PT. RCP.

Mengetahui adanya penangkapan terhadap Arlan Dahrin, beberapa warga  mencoba memblokir jalan. Akan tetapi, tiga unit mobil milik polisi berhasil lolos dan tidak bisa dihentikan.

Belasan Warga Membakar Kantor PT RCP

Puluhan masyarakat Torete pun, kemudian mendatangi Mako Polsek Bungku Selatan/Pesisir di Desa Lafeu dengan menggunakan motor dan mobil, serta membawa obor sebagai bentuk protes terhadap tindakkan kepolisian yang dinilai sewenang-wenang.

“Tujuan kami adalah meminta agar kembalikan dan bebaskan Arlan Dahrin. Dia bukan koruptor, dia bukan teroris kenapa sampai ditangkap seperti itu. Sedangkan para pelaku korupsi maupun penjual lahan negara dibiarkan,” tegas salah seorang perempuan dari Desa Torete.

Setelah dari Mako Polsek, sejumlah warga kemudian mendatangi kantor PT. RCP di Desa Torete. Selanjutnya, warga membakar Kantor PT RCP dikarenakan penangkapan terhadap Arlan Dahrin disebut-sebut ada keterlibatan pihak perusahaan RCP. Pasalnya, sebelum penangkapan terjadi, ada security yang datang mengambil dokumentasi terhadap keberadaan Arlan di lokasi pendudukan alias di lahan yang sedang berpolemik di wilayah IUP PT. RCP. (red/teraskabar)