Manado, Teraskabar.id– Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) menggelar rapat kordinasi (Rakor), Senin (25/9/2023), di Hotel Aston Manado, Sulawesi Utara. Rakor ini bertujuan menyiapkan grand desain Selat Makassar menyonsong Indonesia Emas 2045, serta Selat Makassar sebagai pintu utama pasokan pangan Ibukota Nusantara (IKN).
Sekretaris Jenderal BKPRS, Prof. DR. Kamaruddin Irham mengatakan, Rakor Selat Makassar ide dasarnya lahir dari Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura.
Baca juga: Gubernur Sulteng Gagas Selat Makassar Summit
“Rakor Selat Makassar Ide dasar Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura,” kata Dr. Kamaruddin Irham saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Rakor.
Gubernur Negeri Seribu Megalit mengajukan isu- isu strategis Selat Makassar untuk segera menjadi bahan kajian BKPRS. Ide tersebut ditanggapi positif Ketua BKPRS, Olly Dodokambay, yang juga Gubernur Sulawesi Utara, sehingga rakor tersebut dilaksanakan di Manado.
Gubernur Sulteng diwakili Staf Ahli Gubernur Dr. Farid Yotolembah di depan forum Rakor Selat Makassar, memaparkan ide dan gagasan gubernur Sulteng.
Baca juga: Akses Internet Cepat Kelas Dunia Siap Hadir di KTI
Lantas apa isu strategis, model rancangan grand desain isu dan solusi Selat Makassar menunjang Indonesia Emas 2045 dan penyangga IKN sesuai gagasan Gubernur Rusdy Mastura.
Dikutip dari keterangan tertulis Tenaga Ahli Gubernur Sulteng bidang Komunikasi Publik, Andono Wibisono mengungkapkan isu strategis yang menjadi kajian penting pada Rakor Selat Makassar merujuk Perpres No 83 Tahun 2020 tentang Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah (RZ KAW) yaitu;
Baca juga: DKP Sulteng Launching Aplikasi Smart Fishing
- Kesiapan Potensi Selat Makassar Menunjang Keberlangsungan Ibukota Negara (IKN);
- Mengembangkan RZ KAW Selat Makassar dengan Pelibatan Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara selain Pulau Sulawesi. Demikian juga Jawa Timur yang bersebelahan Laut Jawa dan Selat Makassar;
- Pemetaan Potensi Selat Makassar sesuai RZ KAW, dan dieksplor sesuai desk; potensi kelautan, potensi pelayaran, potensi wilayah pesisir pantai Selat Makassar, potensi pariwisata bahari, pemanfaatan ruang laut di atas 12 mil sebagai dasar pemberian izin dan mengeliminir konflik perizinan antarwilayah; serta potensi energi Ocean Thermal Energy Convension (OTEC) yang rata- rata temperatur dari 23 – 57 derajat celcius; potensi energi listrik baru yang terbarukan;
- Kawasan ekologis Selat Makassar adalah zona pertemuan antara populasi Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Olehnya terjadi pertemuan dan campuran berbagai jenis fauna dari Barat dan Timur Indonesia. Kawasan yang langka dan spesifik banyak terdapat di zona ini.
Sebagaimana diketahui Selat Makassar Summit (SMS) 2023 adalah pertemuan konferensi tingkat tinggi seluruh pemangku kepentingan dan stakeholders, mulai dari gubernur se-Sulawesi, gubernur Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara serta Gubernur Jawa Timur dan perangkat terkait, serta dunia usaha serta investor.
Baca juga: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bocah 10 Tahun di Manado, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Adapun tujuan SMS 2023 adalah;
- Kesiapan dan jawaban wilayah penyangga IKN yang masuk RZ KAW Selat Makassar;
- Memiliki Road Map pengembangan potensi dan investasi ke seluruh potensi Selat Makassar;
- Melahirkan konsep tata kelola kawasan investasi Selat Makassar di semua wilayah sebagaimana RZ KAW;
Produk Selat Makassar Summit
- Badan Otorita Selat Makassar yang disahkan dengan Keppres RI;
- Badan Otorita Selat Makassar adalah organ yang menjadi simpul koordinasi antar wilayah sesuai zonasi, badan promosi investasi, badan monitoring dan pencegahan kerusakan dan pencemaran laut Selat Makassar, dan fasilitasi penurunan angka kemiskinan ekstrem wilayah pesisir pantai Selat Makassar. (teraskabar)






