Jumat, 8 Mei 2026

Menghidupkan Lahan Tidur Pemprov, Gubernur Sulteng Ingin Mereplikasi Program PASUKAN

Menghidupkan Lahan Tidur Pemprov, Gubernur Sulteng Ingin Mereplikasi Program PASUKAN
Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan sambutan pada acara launching program “Lapas Untuk Ketahanan Pangan” (PASUKAN) di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Palu, Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Rabu (26/6/2025). Foto: Biro Adpim

Palu, Teraskabar.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid bertekad mereplikasi program PASUKAN (Lapas Untuk Ketahanan Pangan) dengan tujuan menghidupkan kembali 23 hektare lahan tidur milik pemerintah provinsi yang tersebar di kabupaten kota di Sulteng.

“Daripada lahan itu tidur akan kita coba motivasi masyarakat untuk menanam,” harapnya supaya lahan provinsi dikelola untuk mendukung ketahanan pangan,” kata  Gubernur Sulteng Anwar Hafid pada acara launching program “Lapas Untuk Ketahanan Pangan” (PASUKAN) di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Palu, Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Rabu (26/6/2025).

Gubernur Anwar juga mendorong agar program PASUKAN – kolaborasi dari Kantor Perwakilan BI Sulteng, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulteng, dan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Sulteng – ini bersinkronisasi dengan program unggulan BERANI, khususnya BERANI Panen Raya.

Terlebih lagi, fokus utama program yakni budidaya cabai dinilainya sangat tepat. Mengingat cabai seringkali disepelekan, padahal komoditi ini paling rentan bergejolak dan menjadi salah satu komoditi penyumbang inflasi.

“Cabai sering terlupakan karena kita lebih fokus ke padi,” ujarnya.

Gubernur Anwar Hafid pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif program PASUKAN sebagai wadah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berekspresi dan menyalurkan minat bertani.

Dengan program ini, gubernur optimis para WBP tidak akan keluar sia-sia dari lapas karena  menguasai skill spesifik untuk memulai kehidupan baru di masyarakat.

“Saudara-saudara kita punya keterampilan dan kemauan besar untuk berubah,” lanjutnya yakin bahwa WBP akan menjadi pribadi yang lebih baik.

Gubernur Anwar menambahkan, ia merencanakan memberikan bantuan modal bagi WBP usai mereka menyelesaikan masa hukuman, untuk mendukung reintegrasi sosial

Di akhir sambutannya, Gubernur Anwar Hafid sekali lagi mendorong para WBP agar setelah bebas nanti dapat menjadi tenaga pembangunan dengan bekal keterampilan pertanian yang diperoleh dari program PASUKAN.

  Realisasi Investasi TW II 2023 di Sulteng: Morowali Tertinggi PMA, Donggala PMDN

“Kita bergerak terus untuk BERANI Panen Raya,” tutupnya.  

Hadir di acara, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos, M.Si, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulteng Rony Hartawan, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulteng Bagus Kurniawan, Kepala BSIP Sulteng Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi., M.Si dan pejabat terkait. (red/teraskabar)