Parigi Moutong, Teraskabar.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo) mendorong setiap elemen masyarakat untuk terlibat dalam menekan angka kemiskinan. Masyarakat adat terpencil di Parimo dilibatkan dalam upaya akselerasi penurunan kemiskinan, termasuk penanganan anak tidak sekolah di wilayah terpencil.
Optimalisasi pelibatan masyarakat adat Parimo menjadi perhatian serius pada Focus Group Discussion (FGD), sebagai langkah strategis pemerintah daerah melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (9/6/2026), di ruang rapat bupati.
Pelibatan masyarakat adat dalam mengakselarasi penurunan angka kemiskinan dilatarbelakangi fakta bahwa sebagian besar warga miskin masih berada di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Fakta tersebut berkelindan dengan data yang diungkapkan oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase. Di hadapan peserta FGD, Bupati Erwin Burase mengungkapkan berdasarkan data tercatat, persentase kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong berada di angka 13,51 persen pada tahun 2026. Namun tantangan lain yang mendesak ditangani adalah tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tercatat masih tinggi.
Menurutnya, data tersebut menjadi dasar penting untuk merancang program yang tepat sasaran.
“Tim lapangan diharapkan memberikan masukan nyata agar program yang disusun benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil,” ujarnya.
Masyarakat Adat Terpencil di Parimo Dilibatkan agar Penanganan Lebih Terarah
Bupati Erwin mengungkapkan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memprioritaskan pembangunan perumahan layak, mengingat kondisi hunian di lokasi tersebut dinilai sangat memprihatinkan. Rencana tersebut akan dilengkapi dengan pengumpulan titik koordinat agar penanganan lebih terarah. Selain perumahan, pemenuhan akses jalan, listrik, dan internet juga menjadi fokus utama.
“Dinas Komunikasi dan Informatika akan menangani wilayah yang belum terjangkau sinyal, sedangkan Dinas Pendidikan akan mengevaluasi kondisi sekolah dan aksesibilitasnya,” tegas Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala agar tidak terjadi kesenjangan antara data resmi dan kondisi lapangan. Tim lapangan diminta mendokumentasikan kondisi nyata melalui foto dan video sebagai bahan perencanaan dan evaluasi.
Untuk mendukung kinerja tim, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berkomitmen mengalokasikan anggaran dalam perubahan APBD. Selain itu, sedang diupayakan bantuan alat berat yang diharapkan tiba akhir tahun ini untuk membuka akses jalan di wilayah terisolir.
“Kami berharap seluruh permasalahan mendasar di daerah terpencil dapat diselesaikan secara bertahap, sehingga angka kemiskinan dan jumlah anak tidak sekolah dapat terus ditekan hingga tuntas pada akhir masa jabatan kami,” imbuhnya. (red)






