Palu, Teraskabar.id – Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah, Muhammad Safri, menyampaikan apresiasi atas momen ketika, Gubernur Anwar Hafid resmi dilantik sebagai Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) periode 2026–2031. Ia menilai Anwar Hafid pimpin MIPI sebagai penegasan pengakuan nasional terhadap kapasitas kepemimpinan tokoh daerah.
Anwar Hafid Pimpin MIPI: Momentum Penguatan Citra Daerah
Safri kemudian menekankan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar capaian personal. Sebaliknya, ia melihat momentum itu sebagai pintu masuk bagi peningkatan citra Sulawesi Tengah di tingkat nasional. Oleh karena itu, ia menilai posisi strategis tersebut akan memperluas pengaruh daerah dalam diskursus kebijakan publik.
Selain itu, Safri menyebut kepercayaan yang diberikan kepada Anwar Hafid yang juga mantan Bupati Morowali dua periode itu mencerminkan kualitas kepemimpinan yang teruji. Ia menegaskan bahwa rekam jejak panjang di birokrasi, legislatif, hingga eksekutif memperkuat legitimasi tersebut. Dengan demikian, ia memandang Anwar Hafid pimpin MIPI sebagai simbol integrasi antara pengalaman praktis dan kapasitas intelektual.
Peran Strategis MIPI dalam Tata Kelola
Lebih lanjut, Safri menyoroti pentingnya peran MIPI dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang baik. Ia menjelaskan bahwa organisasi tersebut selama ini berfungsi sebagai ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi pemerintahan. Karena itu, ia berharap kepemimpinan baru mampu mempercepat lahirnya rekomendasi strategis berbasis riset.
“Ini kebanggaan bagi kita semua. Beliau tidak hanya menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin daerah, tetapi juga memperoleh pengakuan intelektual di tingkat nasional,” ujar Safri, Sabtu (25/4/2026).
Selanjutnya, ia menilai kepemimpinan Anwar Hafid berpotensi memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, birokrasi, dan kalangan akademik. Bahkan, ia meyakini kolaborasi tersebut akan menciptakan model tata kelola yang lebih adaptif terhadap tantangan pembangunan. Dalam konteks ini, Anwar Hafid pimpin MIPI dinilai sebagai peluang strategis untuk memperluas jejaring kebijakan.
Di sisi lain, Safri juga menyoroti dampak langsung bagi Sulawesi Tengah. Ia berpendapat bahwa posisi tersebut dapat membuka akses lebih luas terhadap forum-forum nasional. Selain itu, ia menilai peluang kolaborasi lintas sektor akan semakin terbuka, terutama dalam pengembangan inovasi pemerintahan.
Tidak hanya itu, Safri menggarisbawahi bahwa pengalaman Anwar Hafid sebagai mantan anggota DPR RI turut memperkaya perspektif kebijakan. Oleh sebab itu, ia optimistis MIPI akan semakin progresif dalam merumuskan gagasan pembangunan. Ia pun kembali menegaskan bahwa Anwar Hafid pimpin MIPI akan memberi nilai tambah bagi arah kebijakan nasional.
Dukungan Politik dan Harapan
Sebagai penutup, Safri memastikan dukungan Fraksi PKB terhadap langkah strategis gubernur tersebut. Ia menegaskan komitmen untuk terus bersinergi dalam mendorong kemajuan daerah.
“Kami mendukung penuh. Kami berharap amanah ini memberi dampak nyata bagi tata kelola pemerintahan dan pembangunan,” pungkasnya. (G)






