Morowali, Teraskabar.id – Apel Siaga Trantibum 2026 dipimpin langsung Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abd Rauf, di halaman Kantor Satpol PP dan Damkar Morowali, Rabu (11/02/2026). Pemerintah daerah merangkaikan kegiatan ini dengan pelepasan personel Satpol PP dan Damkar yang akan bertugas di 10 kecamatan.
Melalui Apel Siaga Trantibum 2026, Bupati memperkuat konsolidasi aparat serta memastikan kesiapan menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
Apel Siaga Trantibum 2026: Penguatan Disiplin dan Loyalitas Komando
Bupati Iksan menegaskan pentingnya disiplin komando dalam struktur Satpol PP dan Damkar. Ia menuntut setiap personel menjalankan instruksi pimpinan secara cepat, presisi, dan bertanggung jawab. Selain itu, ia mengingatkan bahwa karakter pasukan menuntut kepatuhan total demi efektivitas pengamanan di lapangan. Ia juga menekankan bahwa perintah tidak membuka ruang perdebatan saat situasi membutuhkan tindakan segera.
“Sebagai pasukan, jangan pernah mendiskusikan perintah ketika hendak bergerak. Laksanakan terlebih dahulu. Soal kalkulasi risiko dan konsekuensi anggaran, itu menjadi domain pimpinan,” tegasnya.
Negara Harus Hadir di Ruang Publik
Selanjutnya, Bupati menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh absen di ruang publik. Ia memerintahkan aparat hadir di pusat keramaian, titik rawan konflik, serta lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban. Karena itu, ia mendorong deteksi dini dan mitigasi risiko berjalan secara sistematis.
“Kita tidak boleh absen di titik-titik keramaian. Pemerintah harus hadir sebagai manifestasi otoritas,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran aparat bukan sekadar simbol formalitas. Sebaliknya, aparat harus berperan aktif menjaga stabilitas sosial dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Apel Siaga Trantibum 2026: Respons Cepat Hadapi Dinamika Sosial
Bupati Iksan juga menjelaskan bahwa personel Satpol PP dan Damkar menghadapi tantangan berbeda dibanding aparatur administratif. Aparat di kecamatan bersentuhan langsung dengan dinamika sosial, potensi konflik horizontal, hingga risiko kebakaran. Oleh sebab itu, ia menuntut respons cepat, ketegasan sikap, serta kesiapan fisik dan mental.
Melalui Apel Siaga Trantibum 2026, ia mengajak seluruh personel meningkatkan koordinasi lintas unit. Ia mengantisipasi dinamika restrukturisasi perangkat daerah dan pelantikan pejabat yang dapat memengaruhi struktur organisasi. Namun demikian, ia meminta seluruh aparat menjaga soliditas internal agar pelayanan publik tetap optimal.
Komitmen Berkelanjutan Meski Ada Keterbatasan Anggaran
Di sisi lain, Bupati mengakui keterbatasan fiskal daerah. Meski demikian, ia memastikan kendala anggaran tidak menghambat tugas pengamanan dan penanggulangan kebakaran. Pemerintah daerah akan mengoptimalkan perencanaan serta menyesuaikan anggaran melalui mekanisme perubahan demi menjamin kesinambungan operasional.
Akhirnya, Apel Siaga ini ditutup dengan pelepasan resmi personel menuju wilayah tugas masing-masing. Pelepasan tersebut menegaskan komitmen kolektif menjaga stabilitas daerah berbasis disiplin, soliditas, dan kepentingan publik.
Hadir dalam kegiatan itu Kasat Pol PP dan Damkar Morowali, H. Syahrul Amin, bersama seluruh personel. Dengan semangat pengabdian, Apel Siaga Trantibum 2026 memperkuat fondasi ketenteraman di Kabupaten Morowali. (Octaviana Latong/IKP).






