Senin, 7 September 2026
Daerah  

BTIIG Morowali Didemo, Buntut Seorang Karyawan Meninggal

BTIIG Morowali Didemo, Buntut Seorang Karyawan Meninggal

Morowali, Teraskabar.id – Ratusan karyawan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT. Baoshuo Taman Industry Invesment Group  (PT BTIIG) Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa malam (2/1/2024).  Aksi tersebut dipicu oleh tewasnya seorang karyawan PT. Victori, perusahaan yang berada di bawah naungan PT BTIIG.

Karyawan menggelar aksi sebagai bentuk solidaritas terhadap rekannya, sesama karyawan PT. Victori, yang meninggal karena diduga ditelantarkan oleh pihak manajemen  perusahaan.

Aksi yang diikuti ratusan karyawan, sempat  berlangsung anarkis karena massa aksi membakar satu unit kendaraan roda dua yang terparkir di depan kantor PT. Victori. Informasi yang diperoleh media ini, motor yang ikut dibakar massa aksi diduga adalah motor salah seorang mandor di perusahaan tersebut.

Baca jugaBuntut Tewasnya Seorang Warga, 17 Personel Polres Parimo Diperiksa, 15 Pucuk Senpi Diamankan

Sebagaimana diketahui, PT BTIIG atau juga dikenal dengan nama Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) terletak di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Sedangkan PT Victori berada di Desa Ambunu.

Menurut sumber dari lokasi kejadian, aksi yang berlangsung pada malam hari itu menimbulkan seorang korban terluka dan segera dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan kobaran api bisa segera diatasi karena tim pemadam kebakaran sigap turun ke lokasi kejadian.

BTIIG dikonfirmasi, Rabu malam (3/1/2024), melalui External Relation Manager Huabao, Cipto Rustianto terkait aksi unjuk rasa buntut dari seorang karyawan meninggal dunia karena diduga ditelentarkan oleh pihak manajemen perusahaan, menjelaskan, perusaahaan menyampaikan dukacita yang mendalam, serta mendoakan yang terbaik untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

Baca jugaPerusahaan Tambang PT GNI Morowali Utara Didemo Karyawannya, Tuntut Perhatian Keselamatan Kerja

Ia menjelaskan, karyawan yang meninggal tersebut merupakan karyawan PT. Victori, salah satu perusahaan kontraktor. “Jadi karyawan yang meninggal bukan karyawan dari PT BTIIG tapi karyawan salah satu kontraktor,” ujarnya.

  Asfar Sebut FMKI Morowali Sebagai Harapan Baru Masyarakat Kawasan Investasi

Karyawan dimaksud, meninggal karena sakit dan telah diupayakan untuk segera mendapat perawatan medis dengan membawanya ke rumah sakit. Namun, Yang Maha Kuasa berkehendak lain, karyawan tersebut menghembuskan nafas terakhir saat masih dalam perjalanan menuju rumah sakit.

“Saat ini kami sedang memastikan dan investigasi menyeluruh hal tersebut,” ujarnya.

Baca jugaPengawasan Disnaker terhadap PT GNI Dipertanyakan, Pengamat Sosial : Apakah Ini Pembiaran

Manajemen menurut Cipto, segera memastikan hak dan kewajiban almarhum terpenuhi, serta  layanan pengantaran jenazah dilakukan dengan cara yang terbaik.

“PT BTIIG akan mendorong kontraktor agar bisa memenuhi hak-hak almarhum sesuai ketentuan berlaku,” tegasnya. (teraskabar)