Morowali, Teraskabar.id – Bupati Morowali dorong penataan kawasan di sepanjang ruas jalan Keurea hingga Bahodopi sebagai langkah strategis menciptakan lingkungan usaha yang lebih tertata. Selain itu, Bupati Morowali dorong penataan kawasan tersebut agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih terarah dan nyaman.
Pemerintah Kabupaten Morowali kini memfokuskan perhatian pada perapian kawasan yang selama ini menjadi jalur ekonomi penting. Oleh karena itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah konkret agar kawasan Keurea–Bahodopi tidak berkembang secara semrawut.
Bupati Morowali Dorong Penataan: Drainase Jadi Langkah Awal
Dalam upaya tersebut, Bupati Morowali dorong penataan kawasan melalui pembangunan sekaligus perapian drainase di sepanjang jalur Keurea hingga Bahodopi. Pemerintah daerah menilai drainase tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga sebagai penanda batas area bagi pelaku usaha di sepanjang jalan.
Dengan demikian, keberadaan drainase akan membantu menciptakan tata ruang yang lebih rapi. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mencegah berkembangnya lapak usaha yang tidak tertata di sepanjang jalur utama kawasan industri Bahodopi.
Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah menjadwalkan program tersebut mulai bulan ini. Namun demikian, pemerintah daerah melakukan penyesuaian waktu pelaksanaan karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Agenda ini sebenarnya harusnya bulan ini sudah kita mulai, tapi karena bulan Ramadan jadi sedikit menyesuaikan. Keurea sampai Bahodopi itu akan kita parit, maksudnya kita mulai rapikan,” ujar Iksan saat memberikan sambutan di Hotel Grand Aurel, Bahodopi, Kamis (12/3/2026).
Selain pembangunan fisik, Bupati Morowali dorong penataan kawasan dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan desa. Karena itu, ia meminta camat serta kepala desa aktif mengingatkan masyarakat, khususnya para pelaku usaha, agar menjaga kebersihan dan kerapian tempat usaha.
Menurut Iksan, aktivitas ekonomi di Bahodopi terus meningkat. Oleh sebab itu, tanpa penataan yang jelas, kawasan yang ramai berpotensi berkembang tidak teratur dan memunculkan kesan kumuh.
“Tolong camat, kepala desa dihimbau masyarakat untuk sedikit rapi. Karena sudah banyak orang di sini, kalau kita tidak rapi juga, habislah kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pembangunan yang dilakukan pemerintah. Sebaliknya, partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kawasan yang sudah ditata. Ia menegaskan, kawasan yang bersih dan rapi akan menciptakan kenyamanan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.
“Kalau manusia banyak tapi kita rapi sedikit, alhamdulillah kita bisa menjaga sedikit perputaran ekonomi kita,” pungkasnya. (G)






