Donggala, Teraskabar.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, resmi meluncurkan layanan transportasi publik Bus dan Feeder yang akan melayani rute Donggala-Kota Palu, begitu pula sebaliknya.
Namun dari Bus dan Feeder yang di-launching atau diluncurkan di halaman kantor bupati pada Kamis (12/12/2024) ini, memiliki desain sangat unik menampilkan hewan-hewan endemik asli Donggala sebagai livery bus yakni, Tarsius dan Penyu Hijau.
Penggunaan livery tersebut membuat Bus dan Feeder tampil beda dibandingkan bus di Kota Palu. Livery hewan endemik Donggala itu jadi ciri khas tersendiri bagi bus dan Feeder trans Donggala-Palu.
Lalu, apa maksud dari penggunaan livery hewan-hewan endemik itu? PJ bupati Donggala, Moh Rifani mengatakan, penggunaan livery Bus dan Feeder membawa misi pelestarian hewan endemik Tarsius dan Penyu Hijau itu.
“Hewan endemik Tarsius dapat di temukan dibeberapa kecamatan di Kabupaten Donggala yang memiliki hutan primer dan sekunder yang bersih dan terjaga,” katanya.
Rifani menerangkan, Tarsius merupakan primata terkecil di dunia dan spies yang hanya ditemukan di Sulawesi, Filipina, dan beberapa wilayah lain di Asia Tenggara. Keberadaan Tarsius di Donggala diambang kehilangan habitat akibat deforestasi, perburuan, dan perubahan lingkungan.
“Dengan melindungi Tarsiuskita turut menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” ungkap Rifani.
Lebih jauh, Rifani juga menyinggung soal keberadaan penyu hijau. Menurut dia, penyu hijau merupakan spies yang terancam punah. Di kabupaten Donggala, penyu hijau memiliki peran penting dalam menjaga ekosistim laut.
“Penyu hijau adalah investasi jangka panjang bagi masa depan kabupaten Donggala dan generasi berikutnya. Melalui Bus dan Feeder trans Donggala-Palu, kita kampanyekan pelestarian Tarsius dan Penyu Hijau,” terangnya.
Dalam kesempatan itu juga, Rifani menyampaikan, layanan Bus dan Feeder Trans Donggala-Palu dengan skema Buy The Service (BTS) ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan transportasi umum perkotaan yang aman, nyaman, terjangkau dan berkelanjutan.
“Pemkab Donggala bertekad menyediakan layanan transportasi umum yang murah dengan pengertian terjangkau oleh masyarakat,” tutupnya. (jalu/teraskabar)






