Palu, Teraskabar.id – Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu sangat prihatin dengan ketimpangan akses dan kualitas pendidikan yang terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Hal ini bisa berdampak pada stagnasi pertumbuhan sumber daya masyarakat (SDM) dan pembangunan nasional secara menyeluruh.
Dalam skala nasional, Sulawesi Tengah menempati posisi ke-30 sebagai provinsi dengan pencapaian tingkat penyelesaian pendidikan tinggi. Dari 3,15 juta jiwa terdapat 57,94% persentase penduduk yang mampu meniti jalan hingga pendidikan tinggi (PT).
Berdasarkan persentase data terakhir yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tahun 2024 menunjukkan, jumlah penduduk Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah mencapai 318,61 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut hanya terdapat 4,01% penduduk yang mengenyam pendidikan tinggi.
Rahman Musa selaku ketua DEMA UIN Datokarama Palu sangat menyayangkan ketertinggalan ini dengan menyampaikan contoh perbandingan daerah Kabupaten Sigi.
“Hal ini justru tertinggal jika dibandingkan daerah tetangga, dengan jumlah penduduk Kabupaten Sigi hanya berkisar 273,46 ribu jiwa, namun mampu mencapai angka 6,21% persentase penduduk yang sudah menamatkan pendidikan sampai perguruan tinggi pada desember 2024,” kata musa dalam keterangan tertulis pada media ini, Senin (16/06/2025).
Musa juga menyoroti kinerja Pemerintah setempat atas ketertinggalan serta kesenjangan akses pendidikan bagi masayarakat di Kabupaten Donggala.
“Pemerintah Daerah setempat tidak boleh tinggal diam dalam melihat situasi ini, sebab pendidikan dan kesadaran masyarakat menjadi langkah utama menuju kemajuan daerah, terutama untuk mempersiapkan visi bersama menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Lebih jauh, Ardiansa selaku Menteri Pendidikan DEMA UIN Datokarama Palu juga mendorong agar pemerintah tidak hanya menyelesaikan gejala, tapi menuntaskan masalah dari akarnya.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi konkret, tidak hanya beasiswa dan pendidikan gratis, tapi juga infrastruktur demi mencapai keterbukaan informasi dan akses yang merata bagi masyarakat di pelosok daerah Kabupaten Donggala,” ucapnya.
“Kemajuan bersama juga dapat dicapai melalui kesadaran dan kepedulian bersama terhadap daerah, dan pendidikan adalah senjata utama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat,” tambahnya. (***/red/teraskabar)







