Ketiga, kemenangan Nasdem Sulteng dalam penilaian Hamdin, tidak main-main di daerah ini. Pemenang pertama legislatif pada pemilu tahun 2019 dengan menempatkan Nilam Sari Lawira sebagai ketua DPRD Provinsi. Begitupula di kabupaten kota juga sukses menempatkan kadernya duduk di kursi unsur pimpinan. Bahkan, ketua DPRD seperti di Kabupaten Parimo, Morowali, Tojo Unauna dan Banggai Kepulauan.
Bukan hanya itu, Nasdem juga sukses menempatkan kadernya sebagai gubernur, wakil gubernur dan sejumlah kepala daerah di tingkat kabupaten.
Baca juga : 260 Gerobak Didistribusikan Perindo di Sulteng Selama 2023
Sayangnya, kekuasaan itu bukannya dimaksimalkan untuk pencapaian visi partai dan berusaha memenuhi janji- janji politik sebelumnya, malah terkesan dijauhi bahkan dimusuhi.
“Coba lihat baliho mereka yang terpasang saat ini. Tage linenya apa? Membangun Sulteng Lebih baik. Kapan itu bisa diwujudkan? Terus, untuk apa keluasaan saat ini?,” tanyanya.
Ia menambahkan, masih banyak hal yang menjadi pertimbangan dirinya harus meninggalkan partai itu. “Tapi sudah lah, saya juga tidak mau terjebak pada alasan alasan subyektif,” ujar Hamdin yang juga tenaga ahli gubernur Sulteng.
Baca juga : Mudik Bareng Gratis Kembali Digelar Nasdem Sulteng, Dua Tahun Sempat Terhenti
Ia kemudian memilih bergabung di Partai Perindo dengan harapan partai ini bisa menjadi antitesa dari partai tempatnya mengabdi sebelumnya.
Ia menyakini pilihannya bergabung di Perindo karena di partai ini banyak kader berintegritas tinggi. Di antaranya, Yusuf Lakaseng, Mahfud Masuara, Roni Tanusaputra, Atha Mahmud yang juga sudah bergabung dan masih banyak lagi kawan- kawan yang lain.






