Demikian juga dengan sektor kepariwisataan agar segera melaksanakan program pembinaan kepada masyarakat untuk home stay. Karena di Bada ini belum ada hotel atau penginapan yang representatif untuk mendukung kunjungan wisata.
“Saya perintahkan kepada OPD yang menangani infrastruktur dan kepariwisataan agar segera memprogramkan pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Lembah Bada dan Lembah Behoa serta jalan dari Lembah Bada ke Lembah Kulawi. Demikian juga dengan pariwisata agar melaksanakan pelatihan dan pembinaan home stay kepada masyarakat agar memberikan efek ekonomi kepada mereka,” ujarnya.
Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto selaku ketua panitia menyampaikan, pencanangan ini dimaksudkan untuk mewujudkan penetapan warisan budaya dunia Megalit di kawasan oleh UNESCO, serta meningkatkan kemajuan kebudayaan demi tercapainya indeks pembangunan kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah.
Baca juga: Pemprov Sulteng Mematangkan Persiapan Pencanangan Sulteng Negeri Seribu Megalit
“Selaku ketua panitia pelaksana pencanangan, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kerja keras, kolaborasi dan dedikasi semua pihak yakni, jajaran Pemda Kabupaten Poso, stakeholder mitra kerja maupun masyarakat yang turut berkontribusi dan menyukseskan penyelenggaraan kegiatan ini,” kata Asisten II dalam laporannya.
Adapun tujuan dari pencanangan ini lanjutnya, adalah untuk melestarikan situs-situs Megalit yang ada di Sulawesi Tengah, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya megalitik, pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kolaborasi serta promosi pendidikan.
Sementara itu, Bupati Poso, Verna Gladys Inkiriwang dalam sambutannya mengatakan, pencanangan Sulawesi Tengah Negeri Seribu Megalit bukanlah sekedar acara seremonial belaka, namun lebih dimaknai sebuah penghargaan atas tinggalan arkeologi yang sarat makna untuk dijaga, dirawat dan dilestarikan, untuk menjadi bukti produk kebudayaan di negeri ini.
Lanjut Bupati Poso, mengajak seluruh masyarakat di tiga lembah Tampo Lore untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan seluruh tinggalan arkeologi megalit ini, agar segera ditetapkan menjadi warisan dunia oleh UNESCO.
Verna juga berharap, keberadaan megalit ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. (teraskabar)






