Selasa, 15 September 2026

Gubernur Sulteng Bertemu Petinggi BTIIG, Tagih Janji Perekrutan Tenaga Kerja Lokal

Gubernur Sulteng Bertemu Petinggi BTIIG, Tagih Janji Perekrutan Tenaga Kerja Lokal
Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan sambutan pada persemian Groundsill Karaupa, Morowali, Senin (14/9/2026). Foto: Erny Jhon Ba'u

Morowali, Teraskabar.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid bertemu petinggi BTIIG saat peresmian Groundsill Sungai Karaupa, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Senin (14/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Lasampi tersebut dihadiri Direktur BTIIG Mr. Chai Zhenyang, 13 pemerintah desa se-Kecamatan Bumi Raya dan Kecamatan Witaponda, serta masyarakat setempat.

Gubernur Anwar Hafid mengawali sambutannya dengan memberi apresiasi kepada BTIIG yang sudah bersedia dan sepakat untuk melakukan pembangunan groundsill (ground seal) cek dam Sungai Karaupa, perbaikan jalan inspeksi, dan pipanisasi air baku di Desa Lasampi, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Senin (14/9/2026).

Anwar Hafid menegaskan, ia hadir pada kegiatan ini sebagai pelayan masyarakat dan sama sekali tak memiliki kepentingan bisnis pribadi. Ia hanya meminta agar kehadiran perusahaan yang berinvestasi di daerah ini bisa berdampak langsung kepada masyarakat.

“Saya hanya meminta pihak BTIIG  benar benar hadir untuk kepentingan masyarakat. Hanya itu yang saya minta. Saya tidak pernah meminta pekerjaan bisnis kepada Mr.Chae di BTIIG, karena saya bukan seorang pebisnis, tetapi saya hanyalah seorang pelayan masyarakat,” tegas Anwar.

Sebagai pelayan masyarakat, tentunya kehadirannya kali ini juga membawa aspirasi masyarakat di antaranya mengenai perekrutan tenaga kerja lokal yang harus BTIIG akomodir.

Menurut Anwar Hafid, pihak perusahaan pada prinsipnya sudah menyepakati poin ini namun belum ada tindaklanjutnya hingga saat ini.

“Ada juga kesepakatan yang belum diselesaikan oleh pihak BTIIG terkait perekrutan tenaga kerja lokal,” sebut Anwar Hafid .

Kegiatan ini kata Anwar Hafid, menjadi momentum untuk menyampaikan langsung kepada Direktur BTIIG,  Mr. Chae agar memprioritaskan perekrutan tenaga kerja local, khususnya masyarakat Kecamatan Bumi Raya dan Kecamatan Witaponda. Warga yang belum memiliki keterampilan, menurutnya, dapat diberikan pelatihan agar memiliki kesempatan bekerja.

  Malam Takbiran di Morowali, Bupati Iksan Lepas Rombongan Pawai Mobil Hias

“Jangan sampai warga di dua kecamatan ini nganggur, tidak dapat pekerjaan. Kalau warga kita sudah didahulukan, baru orang dari luar diterima bekerja di BTIIG,” tegas Anwa Hafid.

Kehadiran BTIIG, Pengusaha Lokal Hanya Jadi Penonton

Peresmian Groundsill Sungai Karaupa juga menjadi momentum bagi para pengusaha local untuk menyuarakan aspirasinya.

Kepada media ini, salah seorang pengusaha local, Hamdan Tatala mengakui kehadiran BTIIG belum memberi dampak positif bagi para pengusaha local. Pelaku usaha local selama ini hanya menjadi penonton di daerahnya karena sikap BTIIG yang lebih memprioritaskan perusahaan dari luar Morowali. Walau pelaku usaha local

“Padahal kami juga selaku pengusaha lokal punya dokumen perusahaan yang sudah mengikuti standar yang sudah diatur, sesuai aturan yang sudah diberlakukan  oleh pemerintah,” kata Hamdan di sela-sela kegiatan peresmian.

Hamdan selaku Direktur Utama PT BSB, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Morowali maupun Pemerintah Provinsi Sulteng, untuk mengingatkan perusahaan BTIIG  agar membuka peluang bagi para pengusaha lokal supaya bisa mengambil bagian pekerjaan di lingkup operasional perusahaan tersebut.

“Kami bersama rekan-rekan pengusaha anak daerah hanya dilihat sebelah mata, apakah anak-anak daerah tidak memiliki kemampuan? Kami anak-anak lokal ingin berkarya di daerah sendiri dengan memanfaatkan kehadiran perusahaan yang berinvestasi di daerah Morowali,” ungkapnya.

Hardam mengakui, sangat sulit untuk menembus kawasan operasional BTIIG agar bisa memperoleh pekerjaan. Para pengusaha local, termasuk dirinya, harus melewati para broker yang berada di seputaran area BTIIG, dengan terlebih dahulu mengeluarkan dana yang tak sedikit. Namun pada akhirnya dana habis tetapi pekerjaan yang diharapkan tak kunjung datang.

“Saya minta tolong kepada pihak pemerintah untuk membentuk tim khusus untuk mengakomodir perusahaan lokal agar bisa sukses bersama  pengusaha pengusaha dari luar. Karena kami juga selaku anak lokal ingin berjuang untuk meningkatkan PAD dari sektor pertambangan di wilayah lingkar tambang BTIIG,” ujarnya.

  Krisis Air Bersih Menui Morowali, Ini Respon Lurah Ulunambo

Gubernur Sulteng Bertemu Petinggi BTIIG,Dorong Bentuk Tim Kecil

Gubernur Anwar Hafid meminta masyarakat ikut mengawal seluruh kesepakatan yang telah dibuat bersama BTIIG. Ia bahkan meminta masyarakat membentuk tim kecil yang dapat melaporkan langsung kepadanya apabila masih terdapat komitmen perusahaan yang belum dipenuhi.

Gubernur Anwar Hafid kembali menegaskan prinsip bahwa investasi harus berjalan seiring dengan kepentingan rakyat. Pembangunan tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan sumber air, lahan, akses, pertanian, dan kesempatan kerja masyarakat tetap terlindungi.

Usai seremoni peresmian, Anwar Hafid langsung meninjau Bendungan Irigasi Karuapa untuk memastikan fungsi bendungan sebagai sumber pengairan masyarakat tetap terjaga di tengah pemanfaatan air untuk kebutuhan industri. (erny)