Selasa, 15 September 2026

Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas Hadiri Groundbreaking Cekdam Sungai Karaupa

Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas. Foto: IKP Morowali.
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas. Foto: IKP Morowali.

Morowali, Teraskabar.idWakil Bupati Morowali Iriane Iliyas menghadiri groundbreaking pembangunan groundsill atau cekdam di Sungai Karaupa. Kegiatan berlangsung di Kecamatan Bumi Raya, Morowali, Senin (14/9/2026).

Pembangunan tersebut bertujuan memperkuat bagian bawah Bendungan Karaupa yang telah berusia sekitar 25 tahun. Selain itu, proyek tersebut bertujuan mencegah potensi kerusakan akibat tekanan aliran air.

Gubernur Sulawesi TengahAnwar Hafid turut menghadiri kegiatan tersebut. Direktur PT BTIIG Mr. Chai Zhenyang juga hadir dalam acara tersebut.

Sejumlah pejabat Pemprov Sulteng dan Pemkab Morowali ikut menghadiri groundbreaking tersebut.

Unsur TPH dan Cikasda Sulawesi Tengah turut mengikuti kegiatan pembangunan sarana sumber daya air itu.

Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas Tekankan Fungsi Pengendalian Air

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas mengapresiasi perhatian Pemprov Sulawesi Tengah. Ia menilai pembangunan sarana sumber daya air memiliki arti penting bagi Morowali.

Menurut Iriane, pembangunan groundsill atau cekdam juga memenuhi kewajiban pembangunan sarana sumber daya air.

Kewajiban tersebut berkaitan dengan kompensasi pengalihan alur sungai dan pemanfaatan sumber daya air.

“Pembangunan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga penting dalam menjaga fungsi dan mengendalikan aliran air, mengurangi potensi erosi dan sedimentasi, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air,” ujar Iriane.

Karena itu, ia meminta pelaksanaan pembangunan memperhatikan berbagai aspek penting.

Aspek tersebut meliputi teknis, lingkungan, keselamatan, serta manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur air tidak boleh berhenti pada penyelesaian pekerjaan fisik.

Masyarakat juga membutuhkan jaminan bahwa infrastruktur tersebut mampu menjaga fungsi sungai.

Pada sisi lain, pengendalian aliran air dapat membantu mengurangi risiko erosi dan sedimentasi. Langkah tersebut juga penting untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.

  Smelter China di Morowali Kembali Meledak, Mulyanto: Pemerintah Lemah

Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas Ajak Masyarakat Kawal Pembangunan

Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas juga mengajak masyarakat sekitar mendukung pembangunan tersebut.

Ia meminta masyarakat ikut mengawal pelaksanaan proyek di lapangan. Selain itu, Iriane mendorong komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait.

Menurutnya, komunikasi yang baik dapat mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.

Ia juga menekankan pentingnya dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Dengan demikian, pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena pengelolaan sumber daya air menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Air tidak hanya menopang kegiatan industri, tetapi juga kebutuhan pengairan masyarakat.

Anwar Hafid Ingatkan Kepentingan Masyarakat

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid turut menyoroti hubungan investasi dan kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa investasi di Kabupaten Morowali harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat.

Menurut Anwar, pemanfaatan sumber daya air untuk kebutuhan industri tidak boleh mengganggu pengairan masyarakat.

Pernyataan tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur air dalam konteks yang lebih luas.

Morowali terus berkembang sebagai salah satu kawasan industri penting di Sulawesi Tengah. Karena itu, kebutuhan industri perlu berjalan seimbang dengan kepentingan masyarakat.

Keseimbangan tersebut mencakup pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan. Pada saat yang sama, pemerintah perlu memastikan pembangunan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Groundsill Perkuat Bendungan Karaupa

Pembangunan groundsill atau cekdam menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur bagian bawah Bendungan Karaupa.

Bendungan tersebut telah berusia sekitar 25 tahun. Tekanan aliran air dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan pada struktur sungai.

Karena itu, pembangunan cekdam memiliki fungsi strategis dalam pengendalian aliran air. Infrastruktur tersebut juga dapat membantu mengurangi potensi erosi dan sedimentasi. Dengan fungsi tersebut, pembangunan tidak sekadar menjadi proyek konstruksi.

  CSR IMIP Inisiasi Kerajinan Ecoprint, Pacu Ekonomi Kreatif Lokal

Lebih jauh, infrastruktur itu mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di wilayah Morowali.

PT BTIIG Apresiasi Dukungan Pemerintah

Direktur PT BTIIG Mr. Chai Zhenyang menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Ia menghargai dukungan serta koordinasi selama proses pengembangan kawasan.

Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan pentingnya koordinasi dalam pembangunan infrastruktur strategis.

Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat memiliki kepentingan yang saling berkaitan dalam pengelolaan sumber daya air.

Karena itu, komunikasi terbuka menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Bagi masyarakat, pembangunan cekdam di Sungai Karaupa diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Sementara bagi pemerintah, proyek tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi sumber daya air.

Pada akhirnya, Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas berharap pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Ia juga berharap seluruh pihak menjaga komunikasi selama proses pembangunan berlangsung.

Dengan kolaborasi tersebut, pembangunan infrastruktur air di Morowali dapat berjalan efektif.