Sabtu, 25 April 2026
Ekbis, Home  

Gubernur Sulteng Tantang Bupati Erwin Jadikan Parimo Lumbung Durian Dunia

Gubernur Sulteng Tantang Bupati Erwin Jadikan Parimo Lumbung Durian Dunia
Pembukaan FGD Durian Parimo Tembus Tiongkok, Rabu (4/6/2025), di Parimo, ditandai pemukulan gimba oleh Gubernur Anwar Hafid bersama Bupati Erwin Burase dan Wakil Bupati Abdul Sahid, Sekjen Asosiasi Perkebunan Durian dan Ketua KADIN Sulteng. Foto: Biro Adpim

Parimo, Teraskabar.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng)  H. Anwar Hafid memberikan tantangan terbuka kepada Bupati Erwin Burase menjadikan Parigi Moutong (Parimo) sebagai lumbung durian dunia dalam lima tahun ke depan.

“Mari kita semua bersama-sama jadikan Parigi Moutong lumbung durian dunia,” kata Gubernur Anwar Hafid pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Durian Parigi Moutong Tembus Tiongkok: Transformasi Ekonomi Durian Menuju Indonesia Emas 2045, di aula kantor Bupati, Rabu (4/6/2025).

Anwar menjelaskan, peluang Indonesia khususnya Sulteng untuk menyalip dominasi penghasil durian dunia terbesar yang kini dipegang Laos, sangat terbuka lebar.

Laos ungkapnya memegang rekor kebun durian terbesar dunia dengan luas lahan 3.000 hektare.

“Kalau mau jadi lumbung durian dunia, harus punya lahan di atas 3000 hektare dan Parigi punya peluang (memperluas lahan) 2 sampai 3 kali lipat dari Laos,” imbuhnya.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah kabupaten melakukan langkah-langkah konkret dalam bingkai program BERANI Panen Raya seperti memperluas lahan tanam durian dari 3.000 menjadi 5.000 hektare lewat skema perhutanan sosial, menyediakan bibit unggul dan pupuk secara gratis kepada masyarakat, serta menjaga mutu dan kualitas buah durian secara konsisten.

Gubernur Anwar Hafid optimistis Parigi Moutong akan menjadi raksasa penghasil durian dunia sebab duriannya punya karakteristik rasa yang unik.

“Durian boleh tumbuh di negeri lain tapi beda rasanya dengan kita,” ujarnya.

Untuk memberi semangat bertanam durian maka Gubernur Anwar Hafid menciptakan tagline khusus ‘EMAS BERDURI’ alias ‘Erwin Sahid Bersama Durian’

Pembukaan acara ditandai pemukulan gimba oleh Gubernur Anwar Hafid bersama Bupati Erwin Burase dan Wakil Bupati Abdul Sahid, Sekjen Asosiasi Perkebunan Durian dan Ketua KADIN Sulteng.

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Farah Zaenong merekomendasikan beberapa poin kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD, agar ekspor durian yang telah diolah menjadi beku, dapat terus berlangsung.

  TPS Untuk Pilkada Serentak Tolitoli Berkurang, Berbeda dengan Pemilu 2024

“Keberhasilan ekspor perdana ini adalah kerjasama seluruh pihak, mulai dari petani, investor, hingga Pemda,” ujar Farah pada kegiatan Fokus Group Diskusi (FGD) bertajuk Parimo tembus pasar Tiongkok, transformasi ekonomi lewat durian untuk Indonesia emas 2045, Rabu (4/6/2025), di Parigi.

Olehnya kata dia, KADIN Parimo memberikan rekomendasi demi menjaga keberhasilan tersebut. Di antaranya, pertama, peran aktif Dinas Pertanian Kabupaten Parimo dalam mensosialisasikan cara bertani durian yang baik dan benar.

Kemudian, kedua, Dinas Ketahanan Pangan harus konsisten dalam menjalaga standar permintaan pasar ekspor serta mendorong DPRD agar segera membuat regulasi terkait durian.

Ia menambahkan, tahun ini Kabupaten Parimo dinobatkan sebagai tuan rumah ekspor durian beku Indonesia-Tiongkok.

Penobatan tersebut, menyusul penandatanganan MOU perdagangan ekspor durian beku yang diteken Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Jakarta, belum lama ini. (red/teraskabar)