Minggu, 15 Maret 2026
Home, News  

Hilal Awal Ramadan 1447 Hijriah Tak Terlihat di Marana Donggala, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Sulteng

Hilal Awal Ramadhan 1447 Hijriah Tak Terlihat di Marana Donggala, Ini Pesan Kakanwil Kemenag Sulteng

Donggala, Teraskabar.id – Hilal awal Ramadan 1447 Hijriah tidak terlihat di Desa Marana, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). “Mari isi ramadan ini dengan khusyu dan keimanan juga kedamaian, kerukunan dan toleransi,” kata Kepala Kanwil (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Junaidin saat memberi arahan pada kegiatan Rukyatul Hilal 1 Ramadan 1447 H yang dilaksanakan oleh Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulteng bekerjasama dengan BMKG Palu. Kegiatan ini bertempat di gedung Menara Hilal BMKG di Desa Marana, Kabupaten Donggala, Selasa (17/2/2026).

Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Junaidin mengajak dan memberikan pencerahan pada umat bahwa perbedaan awal puasa tidak akan mengurangi nilai ukhuwah kita, karena perbedaan itu bagian dari keragaman.

Kakanwil Kemenag dalam arahannya juga menyampaikan pelaksanaan Rukyatul Hilal merupakan tanggung jawab keagamaan dan kenegaraan serta memastikan bahwa Rukyatul Hilal dilakukan secara Syar’i akuntabel dan profesional.

Ia mengungkapkan, sebagaimana penjelasan dari Lajnah Falakiyah Madinatul Ilmi Dolo dan BMKG Palu, posisi hilal kita masih jauh dari ketetapan Mabims sehingga hilal itu tidak akan terlihat.

Kakanwil mengatakan bahwa ini bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan awal Ramadan dan hasil ini menjadi rujukan untuk laporan ke pusat untuk menjadi bahan rapat sidang itsbat di Jakarta dan ini menjadi panduan bersama kita.

Ia berharap dengan kegiatan ini ummat tercerahkan oleh penjelasan tim Falakiyah dan BMKG tentang posisi hilal dan kriteria imkanur rukyah Mabims.

Kakanwil Kemenag sulteng mengimbau seluruh masyarakat Sulteng menunggu hasil sidang itsbat dari Kemenag RI yang akan dilaksanakan pada malam ini juga pukul 19.00 Wib.

Menteri Agama (Menag), KH. Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2/2026). Ketetapan ini disampaikan Menag dalam konferensi pers usai memimpin Sidang Itsbat (penetapan) Awal Ramadan 1447 H, berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).

  Kejurnas Layangan Donggala Dihadiri Jawara Layang dari Pulau Jawa

Hasil Rukyatul Hilal Awal Ramadan 1447 Hijriah

Sebelumnya, hasil Rukyatul Hilal di Marana menghadirkan penjelasan hisab dari Lajnah Falakiah Madinatul Ilmi Dolo, Ust. Syarif Hidayatullah melaporkan bahwa ijtima akhir Sya’ban terjadi pada hari Selasa (17/2/2026) pukul 20.01 Wita. Hilal waktu matahari terbenam pukul 18.18 wita dan waktu terbenam bulan pukul 18.12 wita, tinggi hilal -1⁰ 35′ 33″ sehingga belum memenuhi kriteria MABIMS yaitu tinggi hilal 3⁰ dan elongasi 6,4 ⁰, sehingga mustahil terlihat karena posisi hilal di bawah ufuk.

BMKG Palu juga memaparkan tinggi hilal yang tertinggi di daerah Buol yaitu -1⁰ 47′ , dan terbenamnya bulan pukul 18.12 wita mendahului matahari yang terbenam pada pukul 18.18 wita sehingga potensi Hilal tidak dapat terlihat di desa Marana.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kabid Bimais Sulteng, Pengadilan Agama Kab. Donggala, Lajnah Falakiah Madinatul Ilmi Dolo, BMKG Palu, Kepala Kankemenag Kab. Donggala, Kepala Kemenag Kota Palu, Kepala Kankemenag Kab. Parimo, Kakankemenag Kab. Sigi, dan ormas Islam serta para wartawan dari berbagai media. (red/teraskabar)