Morowali, Teraskabar.id – Memasuki 100 hari masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf – Iriane Ilyas, pemerataan pembangunan di Kecamatan Menui Kepulauandinilai belum menunjukkan progres yang signifikan. Dua sektor vital, yakni jaringan telekomunikasi dan listrik, yang sejak lama menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, hingga kini masih belum tertangani secara optimal.
Keterbatasan akses internet dan pasokan listrik yang tidak stabil terus menjadi hambatan dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik. Kondisi ini menimbulkan Pertanyaan di kalangan Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Menui Kepulauan (IPPMMK Palu) di tengah harapan besar masyarakat terhadap janji pemerataan pembangunan yang digaungkan sejak awal kepemimpinan Iksan Baharuddin Abdul Rauf dan Iriane Iliyas.
Dalam kunjungan Safari Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi ke Kecamatan Menui Kepulauan, Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, menegaskan komitmen politiknya untuk segera menuntaskan persoalan listrik yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.
“Kami akan bergerak cepat untuk mengetahui alasan sebenarnya kenapa masalah listrik ini tak kunjung selesai. Ini harus segera dibenahi. Bukan tahun depan, bukan tahun kelima, tapi bulan depan harus sudah ada progres nyata,” kata Bupati Iksan di hadapan warga saat itu.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PLN dan instansi teknis lainnya, guna memastikan percepatan penyelesaian masalah ini agar masyarakat Menui dapat merasakan hak dasar pelayanan listrik secara layak dan berkelanjutan.
Menanggapi janji Bupati Morowali terkait perbaikan listrik di Menui Kepulauan, Ketua Umum IPPMK Palu Najar menyampaikan kekecewaannya atas belum adanya bukti nyata hingga memasuki 100 hari masa kerja.
“Kami menghargai komitmen yang disampaikan Bupati, tapi realitanya sampai hari ini belum ada perubahan yang dirasakan masyarakat. Di mana listik di kecamatan menui kepulauan masih saja bergiliran sampai hari ini, Begitu juga pada Jaringan telekomunikasi banyak mahasiswa yang susah memberikan akses komunikasi kepada orang tua mereka di Kecamatan Menui Kepualauan karena terkendala akan jaringan. Listrik dan jaringan komunikasi masih menjadi masalah utama, dan janji percepatan yang disampaikan seolah hanya tinggal kata-kata,” Najar melalui siaran pers yang diterima media ini, Ahad (1/6/2025).
“Kami mendesak pemerintah daerah untuk tidak lagi menunda-nunda, karena masyarakat Menui berhak mendapatkan pelayanan dasar yang layak seperti daerah lainnya,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, IPPMK Palu berharap pemerintah daerah benar-benar serius menindaklanjuti janji yang telah disampaikan, bukan hanya sebagai retorika politik, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab nyata kepada masyarakat.
Harapan besar tertuju pada langkah cepat dan konkret yang dapat dirasakan langsung oleh warga Menui Kepulauan, khususnya dalam penyelesaian persoalan listrik dan jaringan. IPPMK juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal proses pembangunan agar berjalan adil, merata, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat sebagaimana janji politik Iksan-Iriane, mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah terluar seperti Kecamatan Menui Kepulauan. (***/ghaff/teraskabar)






