Morowali, Teraskabar.id — Iptu Armawansyah, SH., Kapolsek Witaponda ajak masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Ajakan tersebut muncul sebagai langkah membangun kepedulian bersama terhadap kondisi sosial yang aman, tertib, dan nyaman di tengah kehidupan masyarakat.
Selain itu, langkah tersebut juga mempertegas pentingnya keterlibatan warga dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing.
Kapolsek Witaponda, Iptu Armawansyah, S.H., menilai keamanan lingkungan tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat.
Menurut dia, kolaborasi antara kepolisian dan warga memiliki peran penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak awal.
Iptu Armawansyah menyampaikan bahwa keamanan lingkungan memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membangun komunikasi yang lebih kuat dan menjaga kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Keamanan lingkungan bukanlah tugas satu orang, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari bergandengan tangan mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar Iptu Armawansyah, Jumat (19/6/2026).
Kapolsek Witaponda Ajak Masyarakat Berperan Bersama
Iptu Armawansyah menjelaskan bahwa masyarakat memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas lingkungan. Oleh karena itulah peran bersama masyarakat sangat dibutuhkan.
Warga dapat mengenali perubahan situasi di sekitar mereka lebih cepat dibandingkan pihak lain. Oleh sebab itu, masyarakat dapat membantu mencegah potensi gangguan keamanan melalui langkah sederhana.
Misalnya, warga dapat meningkatkan komunikasi antartetangga. Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan persoalan yang berpotensi memicu gangguan ketertiban. Dengan demikian, langkah pencegahan dapat berjalan lebih cepat.
Di sisi lain, Iptu Armawansyah menegaskan bahwa jajaran kepolisian terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut berjalan melalui pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum. Aparat kepolisian juga membangun kedekatan sosial melalui komunikasi dan penyelesaian masalah yang lebih persuasif.
“Polri Presisi hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan prima, inovasi kamtibmas, dan problem solving yang humanis,” katanya.
Pendekatan Humanis Jadi Fokus Pelayanan
Menurut Iptu Armawansyah, pelayanan kepolisian memerlukan pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, jajaran Polri terus mendorong pola komunikasi yang terbuka.
Di samping itu, kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan terkait kondisi keamanan. Langkah tersebut bertujuan mempercepat proses penyelesaian persoalan di lapangan.
Sementara itu, Kapolsek Witaponda ajak masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap kondisi sekitar. Kepedulian warga terhadap kemananan lingkungan, menurut dia, dapat membantu menciptakan situasi yang lebih kondusif.
Kemudian, Iptu Armawansyah menegaskan pentingnya membangun hubungan yang kuat antara masyarakat dan aparat keamanan. Hubungan yang baik akan memudahkan proses koordinasi saat muncul persoalan di lingkungan warga.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang siap mendengar dan memberikan solusi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolsek Witaponda ajak masyarakat menjaga semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut dinilai mampu memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.
Pada akhirnya, Kapolsek Witaponda ajak masyarakat memperkuat sinergi agar keamanan dan kenyamanan dapat terjaga secara berkelanjutan.
Sebab, masyarakat dan kepolisian memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta harmonis bagi semua warga. (G).






