Palu, Teraskabar.id – Progres konstruksi, perizinan, serta pengembangan kawasan pabrik di Sambalagi juga terus berjalan dengan berlandaskan prinsip kehati‑hatian dan tata kelola berstandar tinggi.
Perseroan memaparkan perkembangan terbaru Indonesia Growth Project (IGP) Morowali sepanjang 2025. Proyek besar bernilai investasi sekitar US$2 miliar atau Rp37,6 Triliun ini menunjukkan kemajuan signifikan yang mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan standar operasional yang baik.
Proyek strategis nasional (PSN) ini yang dimulai pelaksanaannya pada 2023, ditandai dengan groundbreaking IGP Morowali – PT Vale Indonesia Tbk, Sambalagi- Bahomotefe oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada, Jumat (10/2/2023), di Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, akan segera rampung. Perusahaan menargetkan proyek ini mulai beroperasi bertahap mulai akhir tahun 2026 hingga awal 2027, dengan fokus pada keberlanjutan jangka panjang dan peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.
Kawasan Pabrik PT Vale di Sambalagi, Pengiriman Perdana Bijih Nikel Saprolit
Pengiriman perdana bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi pada Juli 2025 menjadi tonggak awal operasional proyek sesuai persetujuan RKAB, disusul peresmian fasilitas pembibitan dan nursery sebagai wujud penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan dan mendukung rehabilitasi lahan.
Memasuki awal tahun 2026, perusahaan berhasil mencatatkan produksi dan penjualan mencapai 2,2 juta ton ore, sebuah capaian strategis yang menegaskan konsistensi kinerja di tengah situasi yang tidak mudah.
Angka tersebut bukan sekadar statistik produksi, melainkan representasi dari disiplin eksekusi, perencanaan yang matang, serta soliditas kolaborasi lintas fungsi di seluruh lini operasional. Di tengah tantangan cuaca, dinamika pasar yang fluktuatif, hingga peningkatan standar kepatuhan dan tata kelola lingkungan, PT Vale IGP Morowali mampu menjaga ritme produksi dan pengiriman sesuai target yang telah ditetapkan.
Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen perusahaan dan dukungan para pemangku kepentingan.
“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan penuh sehingga operasional dapat berjalan dengan baik di tengah berbagai tantangan,” ujar Asril.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya berbicara tentang angka produksi dan penjualan, namun juga tentang konsistensi dalam menjalankan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab. Perseroan terus memastikan bahwa setiap aktivitas operasional dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi.
Hingga akhir Januari 2026, telah dilakukan hydroseeding seluas 16 hektare, pemasangan pengendalian erosi di Mine Haul Road, dan fasilitas nursery berkapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung reklamasi pascatambang.
Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, menambahkan bahwa pencapaian awal tahun ini menjadi bukti kesiapan proyek dalam menjaga stabilitas operasional jangka panjang.
“Keberhasilan ini merupakan hasil penguatan sistem operasional, perencanaan tambang yang terintegrasi, dan koordinasi yang solid antara tim proyek dan operasional. Kami terus meningkatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan proyek ke depan,” jelas Wafir.
Ia menekankan bahwa tantangan industri pada awal 2026 justru menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat ketangguhan organisasi.
“Industri ini sangat dinamis. Karena itu, kami terus beradaptasi, memperkuat kolaborasi internal, dan menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.
Dalam menghadapi persaingan industri nikel yang semakin ketat, perusahaan terus memperkuat manajemen operasional berbasis efisiensi dan inovasi. Optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas alat, serta penguatan manajemen risiko menjadi langkah penting untuk memastikan kelangsungan kinerja. Selain itu, budaya kerja berorientasi keselamatan (safety first) terus ditanamkan di seluruh lini.
Dukungan pemerintah daerah maupun pusat juga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, tidak hanya dalam perizinan dan regulasi, tetapi juga dalam upaya bersama mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Capaian 2,2 juta ton ore pada produksi dan penjualan ini menjadi fondasi kuat bagi target kinerja perusahaan sepanjang 2026.
Dengan perencanaan yang matang dan disiplin eksekusi, PT Vale IGP Morowali menargetkan pertumbuhan yang seimbang antara produktivitas dan tanggung jawab lingkungan.
Melalui semangat kolaborasi dan keberlanjutan, PT Vale IGP Morowali optimistis dapat menghadapi berbagai tantangan ke depan dengan tetap menjunjung integritas, keselamatan, serta komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Capaian awal 2026 ini bukan hanya soal volume produksi, tetapi tentang konsistensi, sinergi, dan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.
Transparansi dan Komunikasi Terbuka
Wafir menekankan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban, tetapi merupakan pondasi dalam membangun hubungan yang sehat dengan para pemangku kepentingan, khususnya media.
“Kami percaya bahwa transparansi dan komunikasi terbuka adalah kunci membangun kepercayaan. Karena itu, kami selalu terbuka untuk berdialog, menerima masukan, dan berdiskusi secara konstruktif. Semoga kebersamaan sore ini semakin mempererat kolaborasi kita semua,” ujar Wafir. (red)






