Banggai, Teraskabar.id – Sektor pertanian; termasuk di dalamnya tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan serta kelautan dan perikanan diharapkan mampu memberikan kontribusi dominan terhadap Product Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Menilik pembangunan Sulawesi Tengah 5 tahun ke belakang, sektor pertanian, termasuk di dalamnya kelautan dan perikanan berkontribusi signifikan terhadap daerah ini,” kata Wakil Gubernur Sulteng Ma’mun Amir mewakili Gubernur Sulteng pada sinkronisasi program kegiatan Bidang Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah dengan kabupaten/kota Tahun 2023 di Luwuk Banggai, Selasa (23/5/2023).
Baca juga : Telin Menjalin Kemitraan Strategis dengan Telekom Malaysia
Bahkan menurut Wagub, sektor pertanian cukup banyak menyerap tenaga kerja. Namun ironisnya, kontribusi angka kemiskinan justru paling banyak terjadi pada sektor pertanian, dimana untuk perikanan saja terdapat 26.927 rumah tangga perikanan. Angka tersebut merujuk pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang masuk kategori miskin.
Baca juga : Kepergok Bawa Sabu, Pria Dampal Selatan Ini Diringkus di Pusat Kota Tolitoli
Mau tak mau lanjutnya, kondisi ini memerlukan perhatian bersama untuk senantiasa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bukan saja menjadi tugas provinsi, namun andil dari pemerintah kabupaten/kota sangat dibutuhkan.
Baca juga : Media Jadi Jembatan Informasi antara KPU dan Masyarakat
“Saya imbau untuk pelaksanaan pengentasan kemiskinan dengan data P3KE, rumah tangga Desil I terverifikasi harus kita utamakan,” kata Wagub.
Baca juga : Gubernur Sulteng Akui PT Vale Berkontribusi pada Pembangunan Daerah
Turut hadir pada kegiatan ini, bupati dan wakil Bupati Banggai, pejabat Kementerian Perikanan RI, kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulteng, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banggai, unsur Forkopimda Kabupaten Banggai, sekretaris Daerah Kabupaten Banggai pimpinan serta pejabat terkait lainnya. (teraskabar)






