Rabu, 24 Juni 2026
Ekbis, Home  

Indonesia Miliki 147 Smelter Nikel, Strategi PT Vale Hadapi Lonjakan Produksi Global

Indonesia Miliki 147 Smelter Nikel, Strategi PT Vale Hadapi Lonjakan Produksi Global
Smelter nikel PT Vale di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Foto: Dok

Palu, Teraskabar.id – Pertambangan dan industri nikel sepanjang tahun 2025 dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satunya adalah harga komoditas yang melemah dari periode sebelumnya. Di awal tahun 2025, harga komoditas nikel di London Metal Exchange (LME) berada di level AS$15.010 per ton, dan di akhir tahun menjadi AS$16.485 per ton, dengan harga rerata sepanjang tahun 2025 sebesar AS$15.165 per ton. Hal ini merefleksikan penurunan sebesar 10% dibandingkan dengan harga rerata acuan nikel dunia pada tahun 2024.

Penurunan harga tersebut tidak terlepas dari melimpahnya pasokan ke pasar global, sehingga terjadi surplus. Berdasarkan pernyataan International Nickel Study Group (INSG), pasar nikel global diproyeksikan mengalami surplus pada tahun 2025 akibat produksi yang melampaui konsumsi. Produksi nikel primer global diperkirakan mencapai 3,74 juta ton, sementara konsumsi hanya 3,54 juta ton dipicu oleh peningkatan produksi dari Indonesia dan Tiongkok.

Sejatinya permintaan nikel dunia menunjukkan tren peningkatan yang kuat, dengan proyeksi kenaikan dari 3,19 juta ton (2023) menjadi 3,54 juta ton pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor baja tahan karat (stainless steel) yang tumbuh stabil 4-5% per tahun, serta sektor baterai yang tumbuh lebih agresif sebesar 15- 20% per tahun.

“Meskipun permintaan tumbuh, pasokan nikel masih melampaui permintaan (oversupply), yang disebabkan oleh lonjakan produksi besar-besaran, terutama dari Indonesia yang memproduksi sekitar 2,2 juta ton nikel per tahun pada tahun 2024-2025,” kata CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto dikutip dari laporan sustainable PT Vale Indonesia 2025.

Namun demikian, terjadi perlambatan permintaan nikel terutama disebabkan oleh penurunan asumsi pertumbuhan penggunaan nikel dalam baterai kendaraan listrik (EV). Pergeseran produsen EV, khususnya di Tiongkok ke baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang bebas nikel telah melemahkan prospek permintaan, sehingga menekan harga nikel global di tengah kondisi pasokan yang masih surplus.

  Petani di Banggai Ini Ditemukan Tewas Tergantung di Dalam Kamarnya

Berlimpahnya pasokan nikel, mendorong Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Peraturan tersebut membatasi izin investasi baru untuk smelter nikel yang memproduksi produk antara seperti nikel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), ferronikel, dan nikel pig iron (NPI).

Tujuan kebijakan ini adalah mendorong hilirisasi ke produk akhir yang bernilai lebih tinggi dan mengatasi kelebihan pasokan nikel. Berdasar data Kementerian ESDM, saat ini Indonesia memiliki 85 smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan 12 smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL). Total proyek smelter termasuk yang dalam konstruksi mencapai 147 proyek, dengan persebaran utama di Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Sulawesi Tenggara. Jumlah proyek smelter ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat nikel dunia.

Percepat Jadwal Pemeliharaan

Bagi PT Vale Indonesia kata Bernardus Irmanto, 2025 merupakan tahun penuh tantangan, baik dari segi operasional, tekanan regulasi maupun dinamika pasar global. Di tengah situasi demikian, Perseroan mengambil langkah strategis untuk mempercepat eksekusi sejumlah jadwal pemeliharaan dari semula pada paruh kedua 2025 menjadi paruh pertama 2025, dengan disertai kontrol biaya yang kuat.

Didukung kepemimpinan operasional yang bertanggung jawab dan ketepatan eksekusi strategis, pada akhirnya PT Vale mampu menunjukkan ketahanan, kedisiplinan, dan transformasi yang kian matang, sekaligus menyiapkan pijakan lebih kuat untuk paruh kedua 2025 serta di tahun 2026.

Memasuki paruh kedua tahun 2025, PT Vale Indonesia memperlihatkan kelincahan di tengah situasi penuh tekanan, dengan melakukan diversifikasi bisnis melalui penjualan bijih nikel saprolit. Langkah ini membuka sumber pendapatan baru, menguatkan margin, dan memberikan fleksibilitas komersial pada kondisi harga global yang menantang, serta menciptakan ketahanan finansial. Kondisi yang menjadi fondasi penting bagi Perseroan memasuki tahun 2026, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian finansial.

  Dukung Perpanjangan Izin PT Vale, Gubernur Sulteng : Bantu Kami Tingkatkan Fiskal Daerah

“Hal terpenting dari pencapaian-pencapaian selama tahun 2025 adalah kesungguhan PT Vale menempatkan keselamatan sebagai yang utama dan pertama,” kata Bernardus Irmanto.

Dengan nihil fatalitas, penurunan Total Recordable Injury Frequency Rate (TRIFR) menjadi 0,43 pada triwulan ketiga tahun 2025 dan lebih dari 200 kontrol risiko kritis diverifikasi setiap hari,  menandakan budaya keselamatan menjadi bukti kedisiplinan dan kepemimpinan yang kuat. Demikian pula dengan penerapan pertambangan berkelanjutan, Perseroan mampu meningkatkan Sustainalytics ESG Risk Rating menjadi 23,7 pada November 2025 dan masuk dalam Top 15 perusahaan pertambangan berisiko LST terendah di dunia serta menjadi nomor satu di Indonesia.

Melanjutkan 4 Mesin Pertumbuhan

Di 2025, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, terus melanjutkan 4 mesin pertumbuhan, yakni Pomalaa, Bahodopi, Sorowako Limonite, dan Tanamalia yang memperlihatkan progres signifikan. Proyek-proyek tersebut akan menghasilkan “nikel yang tepat” – kelas 1, rendah karbon, dan dibutuhkan oleh industri global. Perseroan juga meningkatkan kegiatan eksplorasi yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya mineral hingga 2,5 kali dari sumber daya dan cadangan yang telah teridentifikasi saat ini. Inisiatif ini mencakup seluruh wilayah IUPK PT Vale seluas 118.017 hektare beserta operasi pendukungnya, sebagai bagian dari rencana keberlanjutan jangka panjang perseroan dan keberlangsungan operasi tambang Perseroan.

Tahun mendatang akan menjadi fase penting Ketika Perseroan membentuk baseline operasional biaya baru, meningkatkan keandalan operasi, dan memperkuat disiplin di tiga area operasi utama: Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Perseroan sendiri akan fokus pada langkah-langkah strategis untuk meningkatkan keandalan produksi, menjaga standar keberlanjutan tertinggi, mempercepat eksekusi proyek, dan menciptakan nilai bersama bagi Indonesia. (red)