Menurut ketua KTNA Tolitoli itu, ratusan KWT di Kabupaten Tolitoli telah terbentuk, namun dimungkinkan kurangnya pendampingan sehingga banyak KWT yang tidak berkembang, mereka terkadang tidak memiliki kekompakan dalam hal melakukan penanaman palawija.
Baca juga : Ratusan Warga Kasimbar Parimo Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang Emas Trio Kencana
” Kalau ada bantuan dari pemerintah kompak, tetapi setelah bantuan sudah diterima KWT itu bubar lagi, makanya kami dari KTNA mau melakukan pendampingan agar KWT yang begitu kembali aktif menanam palawija,” katanya. (ram/teraskabar)






