Gaza, Teraskabar.id – Distribusi bantuan kemanusiaan yang disalurkan berbagai lembaga kemanusiaan sulit menjangkau warga Jalur Gaza, Palestina. Kebijakan Pendudukan Israel yang memberlakukan ekstra ketat penjagaan perbatasan pintu masuk Gaza menyulitkan bantuan itu sampai ke tangan warga Gaza.
Demikian laporan disampaikan Juru Bicara Kantor Media Pemerintah Palestina, Ismail Abu Tsawabitha dalam rilisnya yang diterima Teraskabar.id, Kamis (14/3/2024).
Hal itu diungkap Ismail sekaitan dengan keberangkatan kapal yang memuat bantuan kemanusiaan dari pelabuhan Larnaca di Siprus menuju ke Gaza.
“Kami menegaskan, hingga saat ini, bahwa upaya bantuan yang diberikan kepada masyarakat kami masih minim dan masih berada di bawah jumlah minimum yang diperlukan dalam menghadapi bencana kemanusiaan yang menimpa masyarakat kami. Terutama di bagian utara Gaza, di mana lebih dari 700 Ribu warganya menderita akibat perang kelaparan ini,” ungkap Ismail.
Berdasarkan informasi yang diterimanya sebut Ismail, muatan kapal tidak melebihi muatan satu atau dua truk. Bantuan minim itu juga memakan waktu berhari-hari, belum diketahui pula di mana akan berlabuh dan bagaimana mencapai pantai Gaza. Selain itu juga akan harus diperiksa oleh tentara pendudukan Israel.
Baca juga: Blokade Pangan Memperburuk Kelaparan Ekstrem 2,4 Juta Warga Gaza
Olehnya itu kata Ismail, kelayakan mekanisme ini menjadi bahan pertimbangan. Akan lebih baik kata Ismail, setiap orang, lembaga atau komunitas hingga lembaga internasional memberikan tekanan kepada Pendudukan Israel untuk mendatangkan konvoi bantuan melalui darat dan melalui pelabuhan-pelabuhan terkenal seperti Rafah dan Karam Abu Salem.
Mekanisme lainnya kata Ismail, mengaktifkan penyeberangan Al-Mintar, Al-Shujaiya, dan Beit Hanoun untuk kepentingan pendistribusian bantuan kemanusiaan, baik berupa bahan makanan, kebutuhan obat-obatan hingga kebutuhan sekunder lainnya.
Baca juga: Bupati Touna Meresmikan Pengoperasian KMP Sinar Togean
“Komunitas internasional harus bertindak segera, sebelum terlambat untuk menyelamatkan mereka yang sekarat, karena kelaparan. Cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah dengan mengoperasikan penyeberangan darat sedemikian rupa, sehingga memungkinkan masuknya ribuan truk bantuan dengan cepat, berbaris di sisi penyeberangan Rafah di Mesir,” pintanya.
Truk bantuan pangan berbaris mengular di penyeberangan Rafah, Mesir. Militer Israel tak mengizinkan bantuan itu masuk Jalur Gaza. Kebijakan blokade pangan yang diterapkan militer Israel itu mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB dan Mahkamah Internasional. (***/teraskabar)






