Rabu, 12 Agustus 2026

Masyarakat Pertanyakan Proyek Tagolu-Tentena Dikerjakan Tak Terstruktur

Masyarakat Pertanyakan Proyek Tagolu-Tentena Dikerjakan Tak Terstruktur

Poso,- Teraskabar.id– Proyek preservasi jalan Nasional Tagolu – Tentena, terhitung pada Selasa (12/6/2026), sudah memasuki hari ke-289 pekerjaan jika merujuk Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang diterbitkan oleh pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah Sulteng pada tanggal 20 Oktober 2025.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Tureloto Battu Indah (TBI ) dengan nilai kontrak Rp101 Miliar lebih dan masa pekerjaan selama 540 hari.

Menurut keterangan dari masyarakat Tentena, Kabupaten Poso, bahwa proyek yang akan menghabiskan uang nagara ratusan miliar tersebut terkesan progress pelaksanaannya tidak sesuai jadwal tahapan.

“Kami memantau kinerja penyedia jasa di lapangan, pekerjaan dilakukan tidak terstruktur dan peralatan tidak sama jumlahnya dengan di proyek-proyek preservasi jalan Nasional lainnya seperti proyek Tentena-Taripa, Taripa-Tidantana dan Tolai -Sausu, yang terkoordinir dan terstruktur serta terencana dengan baik. Yang ini dikerjakan di sini lompat- lompat,” keluh tokoh pemuda Tentena,  Ferry Djamurante, kepada Teraskabar.id, Rabu (12/8/2026).

Ia mengungkapkan bahwa warga mengeluh dipicu oleh kondisi jalan yang berdebu dan rawan kecelakaan. Kinerja rendah pelaksana proyek tersebut kemungkinan akibat peralatan sewa dan material yang  serba hutang. Sehingga, dari sisi bobot pelaksanaan proyek, progressnya terpantau mengalami keterlambatan.

“Sebenarnya begitu jalan trans tersebut digali untuk dilebarkan pihak rekanan. Pada sore hari karena dilengkapi dengan kendaraan dan material segera ditimbun, agar tidak terjadi kecelakaan. Jalur tersebut sangat padat sampai malam hari sehingga sering terjadi kecelakaan akibat keterlambatan galian dan hotmix yang lamban, ” akunya.

Politisi Partai Nasdem itu juga mempertanyakan pihak pemilik proyek BPJN atau PPK yang meloloskan penyedia jasa dari luar daerah. Ia meyakni proyek tersebut disubkontrakkan pekerjaannya kepada rekanan lokal.

  SPBU Sayo Nyaris Terbakar saat Pengisian Jeriken, Polres Poso Ungkap Penyebabnya

“Kami sedang memantau proyek ini dan menilai jika mutunya nanti dipastikan tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Sebab proyek tersebut disubkontrakkan dengan untung rugi dan hitungan bisnis. Imbasnya pada kami warga pengguna jalan itu. Dengan kenyataan seperti ini kami bisa pastiakan proyek ini tidak akan selesai tepat pada jadwalnya, ” tandas Ferry.

Sementara itu, Ketua LSM Aksi Poso, Rafiq Samsudin menilai jika progress pelaksanaan seperti yang terlihat saat ini,  diproyeksikan penyelesaian proyek jalan tersebut bakal tidak selesai sesuai masa kontrak. Apalagi adanya informasi jika pekerjaan utama dari proyek tersebut disubkontrakkan lagi dan pembiayaan tidak lancer. Kondisi ini akan berimbas pada mutu proyek yang akhirnya masyarakat Poso sendiri yang akan merasakan dampaknya dan belum setahun jalan itu bakal rusak lagi.

“Sejak awal sudah diamarkan oleh pegiat korupsi di Sulteng jika proyek tersebut harus dilaksanakan oleh penyedia jasa lokal yang ditopang dengan peralatan dan material. Agar tidak tejadi sewa menyewa yang akan mengurangi mutu proyek. Namun pihak. BPJN tetap pada pendirian mereka. Jika nanti ada temuan mereka harus bertanggungjawab, ” tegasnya.

Sehubungan dengan keterlambatan pelaksaanaan pekerjaan atau bobot di lapangan  memasuki hari ke-298 hari ini, serta adanya informasi jika pihak penyedia jasa belum menyelesai tunggakan sewa peralatan dan angkutan material, termasuk tunggakan material sehingga  diduga pihak rekanan, BPJN. Sampai ke kementerian PU disomasi oleh pengusaha angkutan dan sewa alat agar segera menyelesaikan tunggakan itu. Perusahaan PT. TBI menepis dan membantah isu tersebut.

“Tolong jangan dengarkan berita hoaks yang beredar. Semua pembayaran material itu dibayar secara deposit, tidak ada tunggakan,” tulis Direktur PT. Tureleto Battu Indah (TBI) Rofiq Amanda Setiawan melalui pesan whatsapp kepada media ini.

  Dr. Hasim Rahim Minta Tim Ahli Untad Objektif dan Desak Gubernur Sulteng Serius Tangani Kasus Banggai

Menanggapi pernyataan tersebut, pihak penyedia jasa material membantah hal tersebut. ” Ini rekening saya jika sudah masuk tunggakan tersebut, pasti jumlah saldo saya sudah bertambah. Ini sampai pagi ini belum, padahal mereka jelaskan sudah. Hotmix juga belum diselesaikan  sehingga AMP belum operasi, ” tegas pelaku usaha IW kepada Teraskabar.id. (deddy)