Sabtu, 11 April 2026

Mencekam Volnovakha, Medan Tempur Ukraina di Tengah Gencatan Senjata

Situasi di Volnovakha saat ini sangat mencekam. Meski tak ada lagi pertempuran untuk sementara waktu, bukan hal mudah mengevakuasi warga dari sana. Kota Volnovakha mencekam meski gencatan senjata diberlakukan sementara untuk memberi kesempatan penduduk mengungsi. Foto: REUTERS
Situasi di Volnovakha saat ini sangat mencekam. Meski tak ada lagi pertempuran untuk sementara waktu, bukan hal mudah mengevakuasi warga dari sana. Kota Volnovakha mencekam meski gencatan senjata diberlakukan sementara untuk memberi kesempatan penduduk mengungsi. Foto: REUTERS


“Ada koneksi yang sangat buruk di daerah itu, jadi sulit untuk menjangkau orang-orang,” ujar dia.
CNN menerima laporan dari akun Marina Gasanova, seorang penduduk desa dekat Volnovakha. Ia berkata, suaminya telah berusaha mengevakuasi orang-orang dari kota dalam beberapa hari terakhir.
Ia sempat mengabarkan bahwa situasi kota begitu menakutkan.
“Situasi di kota sangat menakutkan. Hampir tidak ada yang tersisa di kota, sesuatu datang setiap menit dari semua sisi, tidak jelas apa … dan tidak jelas dari mana datangnya. Menakutkan, gila!”
“Suami saya berkata: ‘Saya menyetir, ada mobil berdiri di sana, saya bolak-balik, membawa orang keluar, ketika saya datang lagi, mobilnya sudah terbakar.’ Di sana, setiap menit, setiap detik, semua orang menembak. Dari semua sisi. Itu tidak mungkin! Ada mayat tergeletak di sekitar, lengan robek, kaki robek.”
Evakuasi warga sipil dari kota Mariupol dan Volnovakha di Ukraina diperkirakan akan dimulai pada pukul 11 pagi setempat.
Sebelumnya para pejabat Rusia mengatakan negara itu akan menghentikan pemboman di kota-kota dari pukul 9 pagi hingga 4 sore.
Pejabat Ukraina meminta kepada warga untuk meninggalkan kota dan mengangkut sebanyak mungkin orang
“Permintaan besar kepada semua pengemudi yang meninggalkan kota untuk memfasilitasi evakuasi warga sipil,” ujarnya.
“Bawa orang, isi transportasi sebanyak mungkin. DILARANG KERAS menyimpang dari rute koridor kemanusiaan. Akan ada beberapa tahap evakuasi selama beberapa hari sehingga semua yang ingin pergi dapat melakukannya,” ujarnya lagi.
Ia pun meminta semua orang untuk hanya mempercayai informasi resmi.
“Ini masalah keselamatan manusia! Begitu informasi baru muncul, saya akan segera memberi tahu,” ucap dia.
Sebelumnya, delegasi Ukraina dan Rusia mengadakan pembicaraan putaran kedua di Belarus pada Kamis (3/3/2022). Seorang negosiator dari Ukraina mengatakan bahwa negosiasi tidak memberikan hasil yang dibutuhkan Ukraina, namun kedua belah pihak telah menyepakati koridor evakuasi bagi warga sipil.
Sementara itu, Putin mengatakan kepada Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Jumat kemarin bahwa putaran ketiga perundingan telah dijadwalkan pada akhir pekan ini. ***

  17 Orang Terluka Akibat Rusia Serang RS Bersalin-Anak Mariupol