Kamis, 21 Mei 2026

Operasi SAR Longsor Limbah Tailing IMIP Berakhir, Satu Korban Tewas Ditemukan

Operasi SAR Longsor Limbah Tailing IMIP Berakhir, Satu Korban Tewas Ditemukan
Operasi pencarian korban longsor di lokasi penampungan limbah tailing IMIP 9, Morowali. Foto: Basarnas Palu

Morowali, Teraskabar.id – Operasi SAR dinyatakan berakhir dan ditutup pada pencarian korban tertimbun material longsor di lokasi penampungan limbah tailing Kawasan IMIP, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (19/2/2026),  setelah Tim SAR gabungan memastikan tak ada lagi korban dari dampak longsor tersebut.

Satu korban tewas akibat tertimbun material longsor pada penampungan tailing IMIP 9 atasnama Rahul (20). “Penemuan korban hasil operasi SAR gabungan yang melibatkan Tim Rescue Pos SAR Morowali, BPBD Morowali,  Perusahaan IMIP, serta masyarakat,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, SH., melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (19/2/2026).

Operasi SAR gabungan dilaksanakan sejak pukul 7.30 Wita dengan membagi 2 SRU untuk memastikan tidak ada korban yang tertimbun.

Hasil assesment oleh Tim SAR gabungan pada pukul 09.45 Wita,  bahwa tidak ada lagi korban dari dampak longsor tersebut.

Dengan telah ditemukannya korban maka pada pukul 10.00 Wita, Operasi SAR longsor limbah tailing IMIP 9 dinyatakan selesai. Unsur potensi SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan apresiasi atas dedikasinya pada operasi kemanusiaan ini.

Kronologi Kejadian Limbah Tailing IMIP Longsor

Sebelumnya, pada Rabu (18/2/2026), sekitar pukul 14.30 WITA telah terjadi kecelakaan kerja di kawasan PT. Indonesia Morowali Industrial Park di IMIP 9 area kerja PT. QMB. Berdasarkan info yang beredar dari pekerja, terdapat 4 unit eksavator, 1 unit buldozer, 1 unit DT houling dan 1 unit sany tertimbun. Ada pula dugaan korban pekerja operator salah seorang pekerja PT. MBM.

Kecelakaan ini diduga terjadi karena pemaksaan dumping muatan tailing, di tengah tanahnya sudah mengalami banyak retakan. Akhirnya terjadilah longsoran tailing yang terlihat seperti di video-video yang beredar di berbagai platform media sosial.

  WPR Harus Sesuai Aturan, Safri Ingatkan Proses Penetapan Tidak Sederhana

Kecelakaan kerja di kawasan IMIP ini diakibatkan oleh Fasilitas Penyimpanan Tailing (dry -stack tailings) yang bermasalah. Fasilitas tersebut seluas 600 hektare di kawasan IMIP, atau sekitar 15% dari luas kawasan pembangunan. (red/teraskabar)