Manggarai Timur, Teraskabar.id – Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR mengerahkan Helikopter Dauphin Basarnas AS 365 N3+ (HR-3604) untuk mendukung distribusi tenaga kesehatan ke wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026). Menggunakan helikopter tersebut, lima tenaga medis dari Makassar dikerahkan ke Manggarai Timur.
Pengerahan ini dilakukan guna memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak sekaligus mempercepat penanganan medis di wilayah yang membutuhkan pascagempa Flores.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, mengatakan penerbangan helikopter bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, menuju Helipad Ronting, Desa Satar Kampas. Sebanyak lima tenaga kesehatan dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar dan Pusat Krisis Kesehatan Makassar kemudian diterbangkan menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan di Kampung Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Lima tenaga medis dari Makassar yang diterjunkan terdiri atas dokter, perawat, tenaga farmasi, serta personel yang menangani administrasi dan logistik. Mereka akan mendukung pelayanan kesehatan dan kebutuhan medis masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Edy menjelaskan, pengerahan lima tenaga medis dari Makassar merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan dasar secara cepat pascagempa NTT. Selain dukungan udara, Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak.
Personel di lapangan juga terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk memperbarui data korban serta mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan dan distribusi bantuan, termasuk bantuan logistik dari Kepresidenan Republik Indonesia, dapat berjalan secara tepat dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR hingga Jumat sore masih bersiaga dan terus mengintensifkan penanganan di wilayah terdampak. Seluruh unsur dikerahkan sesuai kebutuhan lapangan dengan mengedepankan kecepatan, keselamatan, dan sinergi antarpihak dalam mendukung masyarakat pascagempa. (red)






