Sebab, BUMN bisa belanja melalui online melalui paltform PaDi UMKM sehingga transaksinya bisa lebih cepat, transparan serta lebih efisiensi.
Baca juga : Telkom Raih Penghargaan Indonesia’s SDGs Action Awards 2022
“Semoga ini diharapkan bukan hanya manis dalam publikasi saja. Karena banyak mengklaim yang mengatasnamakan membantu UMKM. Tapi sebelum membantu, coba tengok bagimana soal higenitas dan packaging produk UMKM. Apakah sudah baik dan benar,” kata Evita melalui keterangan tertulis, Kamis (18/6/2020), sebagaimana dikutip dari Vivanews.
Evita menilai, saat ini banyak produk UMKM yang bisa bersaing dari segi rasa. Namun sangat disayangkan kemasannya kurang menarik yang juga memicu pertanyaan higienitasnya.
“Mau masuk ke platform apapun termasuk yang PaDi UMKM mereka akan kalah. Memang mereka diberikan pelatihan saya tahu dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan lainnya tapi hanya sebatas tahu masalah tidak dibantu untuk memecahkan masalah secara langsung,” katanya.
Evita mengaku merasa heran sebab di balik kekurangan yang dimiliki oleh UMKM itu berbagai institusi selalu mengklaim memberikan bantuan UMKM termasuk itu BUMN energi, telekomunikasi, perbankan hingga pemda. (teraskabar)






