Selasa, 14 April 2026

Partai Gema Bangsa Konsolidasi di Parimo, Lantik Pengurus DPD hingga DPC

Partai Gema Bangsa Konsolidasi di Parimo, Lantik Pengurus DPD hingga DPC
Konsolidasi dan pelantikan pengurus DPD dan DPC Partai Gema Bangsa Kabupaten Parimo. Foto: Istimewa

Parigi Moutong, Teraskabar.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema Bangsa Sulawesi Tengah (Sulteng) terus memantapkan langkahnya untuk menjadi partai peserta pemilu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui konsolidasi organisasi sekaligus pelantikan struktur pengurus di tingkat daerah.

Kegiatan tersebut digelar di Cafe Waffel Box, Kota Parigi, Sabtu (7/3/2026), dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPW serta pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk periode 2025–2030.

Konsolidasi ini menjadi bagian dari persiapan internal partai dalam menghadapi tahapan verifikasi partai politik peserta pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.

Ketua DPW Gema Bangsa Sulawesi Tengah, Atha Mahmud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus, khususnya DPD Parigi Moutong, yang dinilainya telah bekerja serius mempersiapkan partai tersebut.

“Saya bangga dengan kawan-kawan pengurus DPD Parimo yang sudah bekerja sungguh-sungguh mempersiapkan Gema Bangsa sebagai peserta pemilu,” ujar Atha Mahmud.

Memiliki Keunggulan, Partai Gema Bangsa Konsolidasi

Ia juga menegaskan bahwa Partai Gema Bangsa memiliki keunggulan dibandingkan partai lain, terutama dalam hal gagasan desentralisasi politik.

Menurutnya, konsep desentralisasi politik yang diusung Gema Bangsa bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang benar-benar diperjuangkan dalam sistem organisasi partai.

“Partai Gema Bangsa punya gagasan desentralisasi politik. Desentralisasi politik ini bukan sekadar tagline, tapi nilai yang diperjuangkan oleh Gema Bangsa,” tegasnya.

Atha menjelaskan bahwa melalui konsep tersebut, daerah diberikan kewenangan lebih luas dalam mengatur organisasi partai, termasuk dalam menentukan berbagai keputusan strategis di tingkat lokal.

“Kalau dulu partai-partai sering mengabaikan peran dan kontribusi kadernya di setiap daerah, Gema Bangsa memastikan bahwa daerah punya kewenangan penuh mengatur organisasinya sendiri,” jelasnya.

  Area Pencarian Nelayan Sipayo Parimo yang Jatuh di Sekitar Rompon Diperluas

Ia menambahkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan banyak keputusan internal partai yang terlalu bergantung pada intervensi pengurus wilayah maupun pusat, bahkan untuk hal-hal teknis seperti penentuan nomor urut.

“Kita banyak belajar dari pengalaman sebelumnya. Persoalan nomor urut saja harus diintervensi oleh pengurus wilayah dan pusat. Di Gema Bangsa, persoalan seperti itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab DPD,” pungkasnya.

Melalui konsolidasi ini, DPW Gema Bangsa Sulawesi Tengah optimistis struktur partai di tingkat daerah semakin solid dalam menghadapi tahapan verifikasi partai politik menuju Pemilu 2029. (red/teraskabar)