Pelaku Balap Liar di Palu akan Difasilitasi, Bukan Dimusuhi

Palu, Teraskabar.id – Pelaku balap liar di Palu yang kerap beraksi di jalan raya akan difasilitasi oleh Polisi dengan menyiapkan arena balap. Nantinya, di lokasi khusus balapan akan digelar  setiap malam hari.

“Anak-anak muda yang suka aneh-aneh, jalan raya dipakai balapan sehingga mengganggu orang lain. Membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain,” kata Kabagops Polres Palu Kompol Alfian Joan Komaling  saat menjelaskan masih banyak pelaku balap liar yang kerap membuat resah masyarakat, khususnya para pengguna jalan, Ahad (10/4/2022).

Baca juga: Kejuaraan Balap Motor di Palu Diikuti 150 Pembalap, Peraih Emas PON Papua Ambil Bagian

Baca juga: Kejurnas Grasstrack Balap Motor Akan Digelar di Parimo, Catat Jadwalnya

Alfian  berencana mencari trek khusus dan mengadakan ajang balapan resmi bagi anak-anak muda  yang kerap beraksi di jalan raya di Kota Palu. Ia juga bakal membina mereka  agar tidak lagi meresahkan masyarakat dan para pengguna di jalan raya.

“Andai balapan kita amankan, dengan ketentuan tidak ada lagi balap liar, tidak ada lagi masyarakat yang melapor dan resah tentang balap liar, saya tunggu yang suka balap liar di kantor,” katanya.

Kabagops juga mengaku  sering mendapat masukan dari masyarakat mengenai aksi balap liar itu. “Pak Kabagops tolong ini balap liar malam hari ditindak kalau bisa dibina,” ujar Alfian mengutip laporan warga yang ia terima.

“Jadi (pelaku) balap liar itu akan saya fasilitasi bukan dimusuhi. Bukan ditangkap, tetapi akan saya fasilitasi dia,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, balapan liar marak di awal Ramadan 2022 berdasarkan giat patrol yang dilaksanakan jajaran Polda Sulawesi Tengah di sejumlah wilayah.

Di wilayah hukum Polres Parigi Moutong (Parimo) misalnya. Tim gabungan menggelar patroli di hari pertama Bulan Ramadan 1443 H dan penertiban balap liar di sepanjang jalan jalur dua dan trans Sulawesi Parigi, Selasa (5/4/2022).

Pada patrol tersebut katanya, Tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah sepeda motor dengan kenalpot bogar, tanpa surat kendaraan dan melakukan balapan liar.

“Mereka ini  sangat mengganggu warga yang sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan ini,” kata Kapolres Parigi Moutong AKBP Yudy Arto Wiyono,SIK,MH.

Makanya kata Kapolres Parimo, ia telah memerintahkan Kabag Ops, Kasat Lantas dan Kasat Sabhara untuk memimpin anggota di lapangan guna menindak tegas pelaku pelanggaran dan menyita barang bukti. Selanjutnya, barang bukti diamankan di Mako Polres Parimo hingga selesai persidangan di pengadilan, tepatnya selesai lebaran Idul Fitri 1443 H.

“Diimbau kepada seluruh pengguna sepeda motor agar tidak menggunakan kenalpot bogar dan melalukan balapan liar terutama saat bulan suci Ramadhan ini. Tolong hargai bulan suci ini, dan hargai umat yang melaksanakan ibadah puasa,” ujarnya.

Sementara itu, di Kabupaten Tojo Unauna (Touna), para orang tua diminta agar terus mengawasi anaknya di tengah pandemi Covid-19 ini. Hal ini menyusul maraknya aksi balap liar di beberapa titik di beberapa titik di Kabupaten Touna usai salat subuh yang didominasi oleh usia remaja di bulan Ramadan 1443 Hijriah.

Kapolres Touna, AKBP Riski Fara Sandhy  mengatakan, peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak-anaknya untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Orang tua sebagai garda terdepan dalam mencegah anak-anaknya agar tidak melakukan aksi balapan liar lagi,” kata Riski.

Menurut Riski,  jajaran Polsek Ampana Kota Polres Touna telah mengamankan dua pemuda dan barang bukti sepeda motor dalam patroli dan penertiban aksi balap balap liar di Jalan Tanjumbulu, Jalan Yos Sudarso sekitar Taman JH dan Taman Bailo Park.

“Kami terus melakukan pemantauan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan aksi balapan liar ini. Kami juga sudah menyiapkan rencana pengamanan jadi jangan coba-coba melakukan aksi balap liar, utamanya selama bulan Ramadan,” tegasnya. (teraskabar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *