Palu, Teraskabar.id – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid terus mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) memperkuat wawasan dan kompetensi melalui ASN Corporate University (Corpu).
Pengembangan kompetensi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan aspek penting yang harus terus dilakukan untuk menjamin gerak laju roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Berbagai cara dapat dilakukan, salah satunya dengan mengimplementasikan konsep organisasi pembelajar atau learning organization dalam bentuk Corporate University.
“ASN Corpu solusi untuk menyiapkan diri kita agar bisa perform (melayani masyarakat dengan maksimal),” kata Gubernur Anwar Hafid saat membuka Sosialisasi Pembentukan ASN Corporate University (Corpu) lingkup Provinsi Sulteng di aula BPSDM pada Senin (16/6/2025).
ASN yang berilmu dan berwawasan luas serta kompeten akan berperilaku bijaksana, ramah dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati seperti padi berisi yang menunduk. Sebaliknya, arogansi adalah indikasi minimnya kompetensi ASN.
Gubernur menegaskan, kepuasan masyarakat atas kinerja layanan publik dapat dipotret ketika pemberi layanan atau ASN bersikap tulus dan rendah hati. Sebaliknya, perilaku arogan menunjukkan kurangnya kompetensi atau kesadaran dalam memberikan layanan.
Maka, untuk mewujudkan pelayanan prima dalam bingkai BERANI Berintegritas dan menuju ASN berkelas dunia, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terobosan ASN Corpu sebagai solusi pembelajaran berkelanjutan.
Sebagaimana diketahui, ASN Corpu adalah sebuah sistem, entitas, dan strategi pengembangan kompetensi ASN yang terintegrasi. ASN Corpu bertujuan untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan melalui pembelajaran tematik dan terintegrasi. Ini adalah model pengembangan SDM yang mengadopsi pembelajaran yang sukses di sektor swasta untuk meningkatkan kinerja ASN.
Kompetensi ASN menjadi salah satu perhatian penting yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Di mana di dalam salah satu pasalnya secara jelas menegaskan bahwa pengembangan kompetensi PNS wajib dilakukan paling sedikit 20 jam pelajaran dalam satu tahun.
Oleh karena itu, belajar dan menuntut ilmu bagi ASN mutlak dan harus terus dilakukan sepanjang hayat.
“Belajar tidak boleh selesai setelah jadi ASN dan pejabat. Kenapa? Karena kita melayani masyarakat yang dinamis dan dunia yang terus berubah,” tekannya mengingatkan kepada peserta sosialisasi dari unsur kepala perangkat daerah provinsi.
Gubernur Anwar Hafid pada kesempatan tersebut kembali menekankan kepada seluruh ASN provinsi dapat optimal memanfaatkan layanan ASN Corpu karena menuntut ilmu sudah dianjurkan sejak dari ayunan hingga liang lahat.
“Mari kita manfaatkan momentum (ASN Corpu), dengan terus belajar setiap hari,” imbuhnya.
Turut hadir, Wagub dr, Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes dan Sekda Dra. Novalina, M.M serta narasumber Kepala PUSJAR SKPP LAN Makassar Hajar Aswad. (red/teraskabar)






