Palu, Teraskabar.id– Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kurun dua tahun terakhir, mengalami tren penurunan.
Berdasarkan laporan BPS Provinsi Sulteng, PDRB Sulteng pada Triwulan III-2022 merupakan capaian tertinggi kurun 2021 hingga 2023. PDRB Sulteng Tw III-2022 secara (Y-on-Y) mencapai 19,12 persen.
Pertumbuhan PDRB di Tw-IV-2022 mengalami perlambatan sekitar 0,16 persen secara year on year sehingga angka pertumbuhannya tercatat 18,96 persen. Padahal, di Tw II-2022, pertumbuhan PDRB melonjak signifikan secara year on year (Y on Y) dari 11,17 persen menjadi 19,12 persen di TW III-2022.
Baca juga: Kelautan dan Perikanan Diharap Mampu Berkontribusi Dominan terhadap PDRB
Setelah itu, mengalami penurunan secara konsisten terhitung mulai 18,96 persen di TW IV-2022, turun drastis di Tw I-2023. “Lantas kembali melambat di TW II-2023 sebesar 11,86 persen,” kata Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sulteng, Rukhaedi, S.Si, M.S.E saat mendampingi Kepala BPS Sulteng pada rilis BPS, Senin (7/8/2023).
Baca juga: Kepergok Bawa Sabu, Pria Dampal Selatan Ini Diringkus di Pusat Kota Tolitoli
Rukhaedi menambahkan, struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku untuk triwulan II-2023 terus mengalami pergeseran. Pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha (Y-on-y) pada Tw II-2023 didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 25,64 persen; diikuti oleh jasa lainnya sebesar 9,18 persen; dan penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,44 persen.
Baca juga: Triwulan II-2023, Ekonomi Sulteng Tumbuh Dua Digit
“Peranan ketiga lapangan usaha tersebut dalam pertumbuhan PDRB Sulawesi Tengah mencapai 43,26 persen,” ujarnya.
Adapun sumber pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha (Y-on-y) masih didominasi oleh Industri Pengolahan sebesar 8,35 persen, diikuti Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,25 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,50 persen. (teraskabar)






