Senin, 8 Juni 2026

PT BCPM Sinergi Warga Beri Dampak Positif di Laroenai dan Buleleng Morowali

PT BCPM Sinergi Warga Beri Dampak Positif di Laroenai dan Buleleng Morowali
PT Bima Cakra Perkasa Mineralindo bersama warga Desa Laroenai dan Desa Buleleng, Morowali. Foto: Istimewa

Morowali, Teraskabar.id – Di balik berbagai program pemberdayaan masyarakat  yang berjalan di desa-desa lingkar tambang, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian: kepercayaan dan dukungan masyarakat yang menjadi fondasi utama terlaksananya setiap program. PT BCPM sinergi warga beri dampak positif melahirkan kepercayaan dan dukungan. Kesadaran itulah yang mendorong PT Bima Cakra Perkasa Mineralindo (BCPM) Holding Company MAA Group menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Laroenai dan Desa Buleleng.

Bagi perusahaan, berbagai program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah berjalan selama dua tahun terakhir bukan semata hasil kerja perusahaan, melainkan buah dari kolaborasi yang dibangun bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, panitia PPM, dan warga setempat.

Manajemen PT BCPM, Arnoldus Wea, mengatakan perusahaan menyadari bahwa keberhasilan menjalankan program di wilayah lingkar tambang tidak mungkin dicapai tanpa dukungan masyarakat.

“Kami sadar PT BCPM tidak bisa berjalan sendiri. Banyak program yang bisa terlaksana karena adanya dukungan dari pemerintah desa, panitia PPM, tokoh masyarakat, dan warga yang ikut menjaga komunikasi tetap baik. Karena itu kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Desa Laroenai dan Desa Buleleng,” ujar Arnoldus, Ahad (7/6/2026).

PT BCPM Sinergi Warga Membangun Kepercayaan

Menurutnya, hubungan dengan masyarakat bukan sekadar hubungan antara perusahaan dan desa sekitar tambang. Lebih dari itu, hubungan tersebut  sebagai upaya membangun kepercayaan dan masa depan bersama di wilayah lingkar tambang Morowali.

Olehnya itu perusahaan berupaya melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan penyusunan program PPM. Seluruh rencana kegiatan dibahas bersama masyarakat dan pemerintah daerah melalui penyusunan rencana PPM lima tahunan perusahaan.

Pendekatan ini dilakukan agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

  Kepala Desa PAW Laroue Resmi Dilantik Bupati Morowali

“Kami tidak ingin menyusun program sendiri di atas meja. Semua dibahas bersama warga dan Pemda Morowali supaya apa yang dibangun memang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Arnoldus.

Keterlibatan masyarakat juga tidak berhenti pada tahap perencanaan. Sebagai bentuk transparansi dan pengawasan bersama, PT BCPM secara rutin menggelar hearing atau evaluasi program PPM sebanyak tiga kali dalam setahun bersama pemerintah desa dan perwakilan masyarakat desa binaan.

Melalui forum tersebut, perusahaan dan masyarakat bersama-sama mengevaluasi perkembangan program, menyerap masukan, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai kebutuhan dan rencana yang telah disepakati.

“Kami ingin program ini benar-benar dikontrol bersama. Karena itu setiap tahun ada evaluasi rutin bersama pemerintah desa dan perwakilan masyarakat supaya semua bisa melihat langsung progres program yang berjalan,” tambahnya.

Selama dua tahun terakhir, sejumlah program telah direalisasikan di desa lingkar tambang. Mulai dari pemberdayaan masyarakat, dukungan kegiatan sosial, bantuan infrastruktur desa, hingga penguatan kegiatan ekonomi masyarakat.

Di balik berbagai program tersebut, BCPM menegaskan bahwa PPM bukan hanya kewajiban yang diatur dalam UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 108 dan peraturan turunannya. Perusahaan memandang program tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab moral kepada masyarakat yang hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan.

“PPM bukan hanya kewajiban perusahaan sesuai UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 108 dan Permen ESDM, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kami kepada masyarakat sekitar tambang. Kami wajib hadir, tapi lebih dari itu, kami memang ingin hadir untuk masyarakat,” ujar Arnoldus.

Apa yang dilakukan perusahaan turut mendapat apresiasi dari masyarakat. Secara terpisah, Kepala Desa Laroenai, Tawakal, menilai hubungan komunikasi antara perusahaan dan warga selama ini berjalan cukup baik karena setiap program dibahas bersama sebelum direalisasikan.

  Wujud Syukur Keberhasilan Politik, Relawan Pemenangan Rizal-SYP Halal Bihalal Akbar

“Kami berterima kasih kepada PT BCPM karena selama ini sudah membantu masyarakat Desa Laroenai melalui program-program PPM yang benar-benar dirasakan warga. Mulai dari program pemberdayaan masyarakat sampai bantuan infrastruktur desa. Masyarakat sangat antusias dengan kehadiran perusahaan dan kami berharap hubungan baik serta kerja sama ini terus terjalin ke depan,” ungkap Tawakal.

Meski demikian, perusahaan mengakui masih banyak hal yang perlu diperbaiki. Karena itu, BCPM berharap dukungan, pengawasan, dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur Tripika di wilayah operasional perusahaan.

“Kami masih banyak kekurangan dan tentu butuh masukan dari semua pihak. Kami berharap stakeholder desa binaan dan Tripika terus mengawal dan memberikan kritik yang membangun supaya delapan aspek program PPM benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lingkar tambang,” tutup Arnoldus. Pada akhirnya, bagi BCPM, keberhasilan program PPM bukan hanya tentang jumlah kegiatan yang terlaksana atau bantuan yang disalurkan. Lebih dari itu, keberhasilan diukur dari kemampuan menjaga kepercayaan, membangun komunikasi, dan merawat kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat yang tumbuh bersama di sekitar wilayah tambang. (red)